Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Kapal Cepat Rute Padangbai-Labuan Bajo Tenggelam
BERITABALI.COM, NTB.
Sebuah fast boat (kapal cepat) bermuatan enam penumpang dengan nama Kaia Explorer rute Padangbai Bali-Labuan Bajo, tenggelam di perairan Selat Lombok bagian Utara dekat Gili Trawangan, Rabu (9/12) pukul 11.30 WITA.
Enam ABK kapal dengan kapten kapal bernama Made Sulastra berhasil selamat, setelah dievakuasi oleh kapal MV Moning berbendera Panama. Gelombang tinggi menghantam fast boat sebanyak empat kali, hingga kapal miring ke kanan dan akhirnya tenggelam di Utara Gili Trawangan.
Adapun data keenam korban fast boat tenggelam ini merupakan ABK. Masing-masing atas nama Made Sulastra (Kapten kapal), Komang Budiastha (KKM), Nyoman Sumiarna (oilman), Sunu (JM), Ferry (owner) dan Riski (teknisi).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mataram, Nanang Sigit PH menerangkan pihaknya menerima laporan fast boat tenggelam dari VTS Benoa sekitar pukul 12.40 WITA.

Usai menerima laporan, Basarnas Mataram menerjunkan personilnya dan unsur terkait untuk melakukan evakuasi menggunakan kapal Rescue Boat 220 Mataram. Namun evakuasi tidak berjalan lancar, karena kondisi cuaca cukup ekstrim.
"Kami mencoba melakukan intercept ke kapal yang telah lebih dulu melakukan evakuasi semua korban. Yaitu kapal MV Moning yang mendekat ke perairan sebelah barat pantai Senggigi," jelas Nanang Sigit.
Nanang mengungkapkan, usaha evakuasi oleh SAR Mataram dan gabungan tidak bisa dilakukan mengingat cuaca saat itu kurang bersahabat, dengan gelombang laut yang tinggi. Sehingga SAR Mataram kembali ke pelabuhan Lembar untuk berdiskusi dengan pihak terkait.
"Kapal foyu 18 juga sempat berusaha membantu dalam proses intercept. Namun tidak berhasil merapat ke kapal MV Moning akibat cuaca ekstrim," imbuh Nanang Sigit lagi.
Pukul 21.00 Wita, tim SAR gabungan kembali bergerak memberi pertolongan. Mengingat saat itu cuaca mendukung, dan kapal MV Moning diarahkan untuk mendekati pelabuhan Lembar.
Pukul 21.55 WITA, seluruh ABK kapal akhirnya berhasil dipindahkan ke kapal Rescue Boat 220 Mataram dalam kondisi selamat. Seluruh ABK kapal selanjutnya dibawa ke Pelabuhan Lembar untuk pemeriksaan kesehatan dan diserahkan ke pihak agen kapal.
Berdasarkan keterangan kapten kapal Kaia Explorer, Made Sulastra, fast boat dihantam gelombang tinggi sebanyak empat kali. Hantaman terakhir mengakibatkan fast boat tenggelam karena air yang masuk lebih banyak dibanding air yang dikeluarkan melalui pompa air.
"Saya maunya berlindung ke Gili Trawangan, setelah dihantam gelombang tiga kali. Namun kapal keburu dihantam gelombang kembali setinggi kurang lebih 1,5 meter," ungkap Made Sulastra, setibanya beristirahat dan melakukan pemeriksaan kesehatan di pelabuhan Lembar.
Kata Made Sulastra lagi, gelombang laut mulai tinggi sekitar pukul 10.25 WITA. Dan pukul 11.30 Wita kapal tenggelam saat melakukan perjalanan ke Gili Trawangan untuk berlindung dari cuaca buruk.
"Beruntung kapal MV Moning berbendera Panama kebetulan melintas dan kami dievakuasi," tutur Made Sulastra.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3810 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1756 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang