Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
Sebelumnya Kurang Tepat, Aksara Bali di Alun-alun Gianyar Dibenahi
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Huruf Aksara Bali 'Alun-alun Gianyar' sebagai bagian dari proyek penataan Lapangan Astina sempat dinilai kurang tepat.
Pemilihan Aksara dinilai kurang tepat, terutama pada penulisan Gianyar. Penilaian ini diutarakan sejumlah warga yang paham tata titi penulisan Aksara Bali, setelah Bupati Gianyar Made Mahayastra dengan bangga memposting progres penataan lapangan yang hampir rampung pada Minggu (22/11) lalu.
Setelah ramai diperbincangkan, aksara Bali alun-alun Gianyar pun langsung diselubung dengan plastik. Dinas PUPR Kabupaten Gianyar kemudian bersurat ke Prodi Sastra Bali Fakultas Ilmu Budaya Unud dengan Nomor Surat 640/6143/PUPR/2020 tentang permohonan alih aksara dari huruf Latin ke aksara Bali.
Melalui Surat balasan No : 16/UN14.2.1.V.2/PD/2020 tentang alih aksara huruf Latin ke aksara Bali yang ditujukan pada Kadis PUPR Kabupaten Gianyar, Prodi Sastra Bali menyampaikan aksara Bali untuk Alun-alun Gianyar sesuai dengan aturan Pasang Aksara Bali yang berlaku.
Alun-alun menjadi satu kata yang dipisah dengan adeg-adeg. Kemudian Gianyar, menggunakan gantungan Nania. Setelah sesuai rekomendasi, tulisan Alun-alun Gianyar kembali dibuka mulai Kamis (10/12) malam. Tulisan yang memancarkan cahaya merah di malam hari ini otomatis menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Gianyar.
Namun, masyarakat masih harus bersabar untuk bisa berfoto disini. Mengingat proyek penataan Lapangan Astina Gianyar belum rampung.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1396 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1061 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 904 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 805 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik