Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Sejarah Awal Tari Baris Kekupu yang Memadukan Tari Baris dan Legong
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kota Denpasar sebagai Kota Pusaka Budaya menyimpan berbagai hal unik tentang seni budaya. Salah satunya adalah Tari Baris Kekupu yang masih eksis hingga saat ini.
Kali ini, serangkaian pelaksanaan Denfest ke-13 Tahun 2020 pada mata acara bertajuk Ruang Pusaka turut membahas Baris Kekupu pada Jumat (11/12) malam. Dalam kesempatan tersebut turut hadir dua orang narasumber yang berkompeten di bidangnya. Yakni Maestro Seni Tari, Prof. Dr. I Wayan Dibia dan Ni Ketut Arini.
Dalam kesempatan tersebut Prof. Dr. I Wayan Dibia menjelaskan bahwa Tari Baris Kekupu merupakan salah satu seni tari yang berusia cukup tua. Dimana, keberadaannya tentu menjadi ciri khas Kota Denpasar yang sudah aktif ditarikan sebelum tahun 1938
“Jadi sejak awal keberadaan Tari Baris Kekupu memang berada di Kota Denpasar dan penelitiannya dilaksanakan mulai tahun 1938 dan diperkirakan sudah aktif ditarikan sebelum tahun tersebut,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan bahwa jika dilihat secara struktur bahwa Tari Baris Kekupu memadukan dua jenis tarian sekaligus, yakni Tari Baris dan Tari Legong.
“Kota Denpasar memang identik dengan Tari Baris, bahkan banyak Kesenian Tari Baris yang lahir di Denpasar dan Denpasar juga menjadi pusat seni Tari Legong,” ujar Dibia.
Sementara itu, Ni Ketut Arini menjelaskan bahwa Tari Baris Kekupu menggambarkan sekelompok kupu-kupu yang sedang bermain di Taman Bunga dengan gerak lemah gemulai yang memperlihatkan keelokan warna warni dari sayapnya. Tarian ini dipentaskan dalam durasi kurang lebih 10 menit.
Tari Baris Kekupu merupakan salah satu dari sekian banyak jenis Tari Baris di Bali yang ditarikan berkelompok. Arini menjelaskan bahwa pada sejarah awalnya Tari Baris Kekupu ini ditarikan oleh penari laki-laki, seperti Tari Baris pada umumnya.
Kemudian digantikan oleh penari anak-anak perempuan karena di dalam Tari Baris Kekupu ini terdapat unsur-unsur Tari Legong, hal ini merupakan salah satu keunikan yang terdapat pada Tari Baris Kekupu.
“Idenya terinspirasi dari hiasan kupu-kupu pada damar kurung yang dipasang saat upacara Mamukur, yang merupakan lambang dari Dewa yang menyinari perjalanan atma yang telah lepas dari unsur Panca Maha Bhuta menuju ke alamnya masing-masing,” ujarnya.
Secara historis, kata Arini bahwa Tari Baris Kekupu yang ada di Banjar Lebah, Desa Sumerta Kaja diciptakan sekitar tahun 1930-an oleh seorang seniman kakebyaran di Bali yang berasal dari daerah Denpasar, yaitu I Nyoman Kaler (Alm.) dan dibantu dengan I Wayan Rindi (Alm.) yang merupakan seniman sekaligus putra daerah yang berasal dari Banjar Lebah.
Tari Baris Kekupu diciptakan atas dasar permintaan dari Griya Gede Lebah (sekarang bernama Griya Gede Tegal Jinga), Desa Sumerta Kaja, agar diciptakannya suatu tari wali untuk mengiringi Upacara Mamukur.
“Hingga saat ini demi menjaga kelestarian Tari Baris Kekupu yang merupakan khasanah budaya yang dimiliki Banjar Lebah, Tari Baris Kekupu kini ditarikan juga pada saat Upacara Piodalan di Banjar Lebah yang dilaksanakan rutin setiap satu tahun sekali,” pungkasnya.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5952 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2647 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2294 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2229 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan