Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Mr Botax Suarakan Persatuan di Tengah Perbedaan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Silih berganti seniman muda kreatif Denpasar turut unjuk kebolehan di ajang Denpasar Festival ke-13 Tahun 2020.
Pada Rabu (16/13) gelaran Denfest ke 13 dengan agenda acara bertajuk Denpasar Young Creative turut dimeriahkan penampilan Mr. Botax yang digelar secara virtual.
Adapun Mr. Botax tampil bersama dua orang puteranya. Dengan membawakan tiga buah lagu, Mr. Botax mengampanyekan persatuan dalam keberagaman. Dimana, lagu pertama berjudul Meraih Mimpi yang secara filosofis untuk menggugah anak muda untuk menjadi hebat.
Lagu kedua berjudul Melodi yang menceritakan kebahagiaan Mr. Botax sendiri akan kelahiran sang buah hati yang ketiga.
Pada penampilan pemuncak musisi yang akrab disapa Lanang Botak ini membawakan lagu berjudul Saatnya Bersatu. Dimana lagu ini menitik beratkan pentingnya persatuan di tengah perbedaan.
Lanang Botax yang merupakan tokoh sentral dari Mr. Botax dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa lagu pertama dan lagu kedua merupakan karya yang memberikan warna tersendiri.
Dimana, untuk lagu pertama ditulis pada tahun 1998. Dari lagu ini diharapkan mampu menggugah anak muda untuk berkarya dan menjadi hebat.
"Jadi kita harus bangga dan bisa menjadi anak muda yang hebat," ujarnya
Lebih lanjut dikatakan, untuk lagu kedua merupakan kebanggaan atas kelahiran sang buah hati. Sedangkan lagu ketiga yang berjudul Saatnya Bersatu inilah yang menjadi poin penting dalam penampilan kali ini.
"Saat saya menulis lagu Saatnya Bersatu itu sekitar tahun 2006, dan di Indonesia mulai ada gesekan atas perbedaan yang ada," ujar Lanang.
Pihaknya mengatakan bahwa lewat lagu ini diharapkan semangat persatuan dapat tumbuh dan mendarah daging di Indonesia. Sehingga kemajuan Indonesia dapat diciptakan dengan bergotong royong bersama.
"Karena berbicara Indonesia kita harus menghormati keberagaman, perbedaan itu bukanlah suatu masalah, tapi sebagai warna yang indah," ujarnya
"Dan yang terpenting seniman harus terus berkarya, dan mari bekerjasama di masa pandemi Covid-19 ini," ajak Lanang.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5905 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan