Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Mr Botax Suarakan Persatuan di Tengah Perbedaan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Silih berganti seniman muda kreatif Denpasar turut unjuk kebolehan di ajang Denpasar Festival ke-13 Tahun 2020.
Pada Rabu (16/13) gelaran Denfest ke 13 dengan agenda acara bertajuk Denpasar Young Creative turut dimeriahkan penampilan Mr. Botax yang digelar secara virtual.
Adapun Mr. Botax tampil bersama dua orang puteranya. Dengan membawakan tiga buah lagu, Mr. Botax mengampanyekan persatuan dalam keberagaman. Dimana, lagu pertama berjudul Meraih Mimpi yang secara filosofis untuk menggugah anak muda untuk menjadi hebat.
Lagu kedua berjudul Melodi yang menceritakan kebahagiaan Mr. Botax sendiri akan kelahiran sang buah hati yang ketiga.
Pada penampilan pemuncak musisi yang akrab disapa Lanang Botak ini membawakan lagu berjudul Saatnya Bersatu. Dimana lagu ini menitik beratkan pentingnya persatuan di tengah perbedaan.
Lanang Botax yang merupakan tokoh sentral dari Mr. Botax dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa lagu pertama dan lagu kedua merupakan karya yang memberikan warna tersendiri.
Dimana, untuk lagu pertama ditulis pada tahun 1998. Dari lagu ini diharapkan mampu menggugah anak muda untuk berkarya dan menjadi hebat.
"Jadi kita harus bangga dan bisa menjadi anak muda yang hebat," ujarnya
Lebih lanjut dikatakan, untuk lagu kedua merupakan kebanggaan atas kelahiran sang buah hati. Sedangkan lagu ketiga yang berjudul Saatnya Bersatu inilah yang menjadi poin penting dalam penampilan kali ini.
"Saat saya menulis lagu Saatnya Bersatu itu sekitar tahun 2006, dan di Indonesia mulai ada gesekan atas perbedaan yang ada," ujar Lanang.
Pihaknya mengatakan bahwa lewat lagu ini diharapkan semangat persatuan dapat tumbuh dan mendarah daging di Indonesia. Sehingga kemajuan Indonesia dapat diciptakan dengan bergotong royong bersama.
"Karena berbicara Indonesia kita harus menghormati keberagaman, perbedaan itu bukanlah suatu masalah, tapi sebagai warna yang indah," ujarnya
"Dan yang terpenting seniman harus terus berkarya, dan mari bekerjasama di masa pandemi Covid-19 ini," ajak Lanang.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3798 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1741 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang