Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Mr Botax Suarakan Persatuan di Tengah Perbedaan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Silih berganti seniman muda kreatif Denpasar turut unjuk kebolehan di ajang Denpasar Festival ke-13 Tahun 2020.
Pada Rabu (16/13) gelaran Denfest ke 13 dengan agenda acara bertajuk Denpasar Young Creative turut dimeriahkan penampilan Mr. Botax yang digelar secara virtual.
Adapun Mr. Botax tampil bersama dua orang puteranya. Dengan membawakan tiga buah lagu, Mr. Botax mengampanyekan persatuan dalam keberagaman. Dimana, lagu pertama berjudul Meraih Mimpi yang secara filosofis untuk menggugah anak muda untuk menjadi hebat.
Lagu kedua berjudul Melodi yang menceritakan kebahagiaan Mr. Botax sendiri akan kelahiran sang buah hati yang ketiga.
Pada penampilan pemuncak musisi yang akrab disapa Lanang Botak ini membawakan lagu berjudul Saatnya Bersatu. Dimana lagu ini menitik beratkan pentingnya persatuan di tengah perbedaan.
Lanang Botax yang merupakan tokoh sentral dari Mr. Botax dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa lagu pertama dan lagu kedua merupakan karya yang memberikan warna tersendiri.
Dimana, untuk lagu pertama ditulis pada tahun 1998. Dari lagu ini diharapkan mampu menggugah anak muda untuk berkarya dan menjadi hebat.
"Jadi kita harus bangga dan bisa menjadi anak muda yang hebat," ujarnya
Lebih lanjut dikatakan, untuk lagu kedua merupakan kebanggaan atas kelahiran sang buah hati. Sedangkan lagu ketiga yang berjudul Saatnya Bersatu inilah yang menjadi poin penting dalam penampilan kali ini.
"Saat saya menulis lagu Saatnya Bersatu itu sekitar tahun 2006, dan di Indonesia mulai ada gesekan atas perbedaan yang ada," ujar Lanang.
Pihaknya mengatakan bahwa lewat lagu ini diharapkan semangat persatuan dapat tumbuh dan mendarah daging di Indonesia. Sehingga kemajuan Indonesia dapat diciptakan dengan bergotong royong bersama.
"Karena berbicara Indonesia kita harus menghormati keberagaman, perbedaan itu bukanlah suatu masalah, tapi sebagai warna yang indah," ujarnya
"Dan yang terpenting seniman harus terus berkarya, dan mari bekerjasama di masa pandemi Covid-19 ini," ajak Lanang.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3313 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan