Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Kasus Covid-19 Naik Turun, Pembelajaran Tatap Muka Belum Bisa Diputuskan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Angka kemunculan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Buleleng mengejutkan per harinya. Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng mencatat ada 15 orang yang terkonfirmasi per 22 Desember 2020. Padahal per 21 Desember 2020, nihil kasus.
Kasusnya terus naik turun alias tidak pasti. Kondisi seperti ini berdampak pada sektor lain, termasuk rencana pembukaan sekolah atau pembelajaran tatap muka yang direncanakan Januari 2021.
Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana menyatakan masih belum berani memutuskan untuk membuka sekolah jika jumlah terkonfirmasi selalu tidak stabil karena ini menandakan potensi penyebaran penularan virus masih cukup tinggi.
“Saya masih memantau kondisi terkini. Kondisi seperti ini masih membingungkan, grafiknya naik turun terus . Apalagi ada prediksi Desember adalah puncak, kemudian Januari menurun,” terang Agus Suradnyana, Selasa (22/12).
Dia menegaskan masih harus menunggu kajian yang lebih lengkap dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng.
Agus juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan menerapkan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan di tempat air mengalir. 3M ini sangat efektif untuk menghentikan penularan Covid-19 karena yang paling dikhawatirkan yakni penularan dari orang tanpa gejala.
Sementara, Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa mengatakan salah satu indikasi yang harus ditaati untuk membuka sekolah atau pembelajaran tatap muka adalah tidak ada potensi penularan atau resiko penularan rendah.
“Apakah situasi daerah kita benar-benar aman dari penularan, apakah resikonya rendah atau tidak ada, baru kita bisa melangkah ke tatap muka. Baru ada antisipasi awal,” jelas Suyasa.
Menurut Suyasa, jika semua persyaratan telah terpenuhi untuk pembukaan pembelajaran tatap muka, maka ada langkah-langkah lain yang juga harus dilakukan agar sekolah bisa dibuka. Yakni dengan melakukan pemeriksaan tes usap pada guru.
Sementara jika perkembangan kasus masih tidak menunjukkan kepastian, maka pemerintah daerah tidak akan mengambil kebijakan untuk melaksanakan belajar tatap muka.
“Diantara dua komponen itu, guru dan murid sama-sama ada lingkungan masyarakat dan keluarga. Sehingga keduanya berpeluang tertular tidak hanya disekolah. Kalau daerah kita sudah aman, pasti diperkenankan untuk menjalankan tatap muka,” tegas Suyasa.
Untuk Diketahui, Selain kemunculan kasus 15 terkonfirmasi positif di Kabupaten Buleleng, juga tercatat 12 orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 dan 58 orang masih dalam perawatan dan isolasi. (NOV)
Reporter: Tim Liputan COVID
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3810 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1756 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang