Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Libur Nataru, Satgas Covid Tabanan Cek Fasilitas Prokes Obyek Wisata
BERITABALI.COM, TABANAN.
Memastikan kembali kesiapan obyek wisata di Kabupaten Tabanan, khususnya terkait dengan fasilitas protokol kesehatan, Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Tabanan melalui bidang penegakan hukum dan pendisiplinan (Satpol PP) turun mengecek ke lapangan, Rabu (23/12).
Hasilnya, meski sudah tersedia dengan baik dan siap menyambut kunjungan wisatawan di liburan Natal dan Tahun Baru, petugas masih menemukan sedikit kekurangan, untuk selanjutnya telah diminta pihak pengelola obyek wisata melengkapinya.
Kepala Satpol PP Tabanan, I Wayan Sarba yang juga selaku Koordinator Bidang Penegakan Hukum dan Pendisiplinan mengatakan, kekurangan yang ditemukan tersebut seperti ketersediaan bangku taman yang belum diisi pembatas jaga jarak, serta masih adanya restoran yang belum mengatur tata letak jarak mejanya sesuai dengan standar pencegahan penyebaran Covid19. Begitupun, ketersediaan hand sanitizer di tiap meja.
“Prokes lainnya seperti tempat cuci tangan dan alat pengukur suhu, sudah semuanya tersedia, hanya tinggal melengkapi sedikit kekurangan tersebut, apalagi kunjungan wisatawan ke sejumlah obyek wisata sudah mulai terlihat sejak hari ini (Rabu,red),” terangnya.
Selain itu, Sarba juga meminta agar pengelola obyek wisata khususnya obyek wisata dengan obyek yang cukup luas seperti DTW Tanah Lot, DTW Beratan dan Kebun Raya, agar menambah personilnya yang bertugas melakukan pengawasan prokes pengunjung menyebar di seluruh jangkauan obyek.
“Tentu dari kami juga ada petugas yang akan bertugas melakukan pengawasan, hanya saja tidak sampai seharian full, inilah yang kami minta pada pengelola untuk sekiranya bisa menambah petugas pengawas untuk bisa menjangkau luasan obyek, karena disinyalir wisawatan disiplin di depan, namun ketika di dalam obyek yang cukup luas mereka kendur, seperti ada kerumunan ataupun buka masker,” sarannya.
Dimana untuk petugas bisa menggunakan seragam untuk membedakan antara pengunjung dan petugas pengawas prokes. Serta juga untuk selalu mengingatkan pengunjung tentang prokes melalui pengumuman yang diputar tiap 30 menit atau 60 menit sekali melalui pengeras suara.
Sarba, berharap dengan disiplin yang dilakukan oleh pengunjung dan pengawasan ketat oleh petugas diharapkan tidak akan terjadi klaster baru, mengingat Kabupaten Tabanan saat ini masih berstatus zona merah yang tentunya membuktikan bahwa kasus penyebaran virus ini masih sangat tinggi.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3774 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1716 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang