Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Vaksin Covid-19 Sinovac Mulai Dikirim ke 34 Provinsi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Juru bicara vaksin Covid-19 Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan, Vaksin Covid-19 buatan Sinovac, China, mulai didistribusikan ke 34 provinsi hari ini. Setelah sampai vaksin akan disimpan di puskesmas dan kantor kesehatan pelabuhan.
"Mulai hari ini vaksin akan mulai kita distribusikan ke 34 provinsi. Tentu ini sudah kita siapkan juga bahwa fasilitas yankes kita juga didukung lebih dari 10 ribu puskesmas, ada kantor kesehatan pelabuhan 40 sekian. Semuanya sudah disiapkan untuk rantai dinginnya untuk menerima vaksin ini," jelas Bambang dalam konferensi pers virtual bersama Kementerian Kesehatan, Minggu (3/12/2020) dikutip dari Suara.com.
Bambang menyampaikan, Indonesia sudah beberapa kali melaksanakan program vaksinasi. Menurutnya, selama ini program vaksinasi berjalan dengan baik, karenanya ia yakin hal yang sama juga bisa terjadi pada vaksinasi Covid-19.
"Distribusinya melibatkan seluruh pihak, tak hanya Bio Farma sebagai distributor, tapi melalui provinsi, kabupaten/kota, dan puskesmas. Sehingga nanti perjalanan dari Bio Farma ke puskesmas ini berjalan baik. Semua rantai dingin dijaga pada suhu 2 sampai 8 derajat Insyaallah semua kita sudah siap," tuturnya.
Ia mengatakan bahwa menjaga rantai dingin itu penting agar kualitas vaksin juga tetap terjaga.
"Sehingga vaksin nanti yang akan digunakan masyarakat benar-benar terjamin mutu dan kualitasnya, dan dapat dijaga rantai dinginnya, pendistribusiannya sampai dengan puskesmas atau nanti bila perlu di posyandu," katanya.
Hingga saat ini, Bio Farma telah menerima 3 juta dosis vaksin Covid-19 Sinovac. Bambang mengatakan, telah dilakukan serangkaian pengujian mutu baik yang dilakukan baik oleh Bio Farma maupun juga Badan Pengawas Obat dan Makanan atau Badan POM.
"Vaksin hanya akan digunakan untuk program vaksinasi setelah ada persetujuan penggunaan darurat yang dikeluarkan oleh Badan POM, dan bukan sebagai vaksin untuk uji klinis," ucapnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5878 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2583 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2228 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan