Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Sugeng Jadi Korban Tabrak Lari Bus di Selemadeg Timur
BERITABALI.COM, TABANAN.
Kejadian tabrak lari dialami oleh seorang pengendara sepeda motor asal Banyuwangi, Sugeng Kuatno (54) di wilayah Bypass Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di tikungan Banjar Bantas Tengah Kaja, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur (Seltim) pada Rabu (13/1).
Ia menjadi korban tabrak lari dari sebuah bus warna putih yang tidak diketahui identitasnya. Pengendara sepeda motor jenis Honda Supra X125 dengan nomor polisi P - 2943 – ZG ini mengalami luka pada punggung kaki sebelah kanan dan luka retak pada tulang kering kaki sebelah kanan.
“Keadaan sadar dan dirawat di Pukesmas Bajra. Namun, korban menolak ketika dirujuk ke BRSUD Tabanan dan dijemput oleh keluarganya,” kata Kasubag Humas Polres Tabanan IPTU I Nyoman Subagia Rabu, (13/1).
Informasi yang berhasil dihimpun, kendaraan Supra X125 P - 2943 – ZG yang dikendarai oleh korban melaju dari barat menuju arah Denpasar. Sampai di tikungan Banjar Bantas Tengah Kaja, siku korban sebelah kanan disenggol oleh bus warna putih yang tidak diketahui identitasnya melaju dari timur menuju arah Gilimanuk.
“Korban jatuh bersama sepeda motornya dan ditolong oleh warga di sekitar lokasi kejadian,” ujar IPTU Subagia.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2955 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2019 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun