Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Gempa Majene, Warga Mengungsi ke Kandang Ayam dan Rumah Kebun
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Takut tsunami dan gempa susulan, ratusan warga di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat mengungsikan keluarga dan anak-anak mereka ke kandang ayam atau rumah kebun yang diperkirakan aman dari gempa.
Gempa tektonik magnitudo 5,9 pada Kamis (14/1/2021) yang berpusat di Kecamatan Malunda Majene, menyebabkan dua tebing batu di jalur Trans Sulawesi longsor.
Bongkahan batu raksasa yang menggelinding membuat warga setempat dan pengendara khawatir mendekati titik longsor. Akses jalan tertutup bongkahan batu raksasa yang ukurannya melebihi ketinggian manusia.
Kabid Kedaruratan BPBD Majene Sirajuddin menyebutkan, pihaknya kini terus melakukan validasi data kerusakan pasca gempa.
Namun menurutnya gempa tektonik yang berpusat di Majene, menyebabkan 2 titik pegunungan di wilayah Majene longsor. Bongkahan batu raksasa terus mengelinding dan menutup akses jalan Trans Sulawesi.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait longsor di jalan Trans Sulawesi. Hingga kini, tim tanggap bencana dan semua stakeholder seperti TNI-polisi dan Dinas Perhubungan terus berkoordinasi agar akses jalan yang tertutup longsor bisa diakses warga dan pengguna jalan secara normal.
"Kami sementara masih melakukan pendataan lasca gempa. Ada 2 titik longsor yang menutup akses jalan Trans Sulawesi. 20 rumah warga dilaporkan rusak berat hingga rusak ringan. Sementara ada ratusan warga yang takut gempa susulan mengungsi ke kandang ayam. Saat ini kita sedang melakukan edukasi kepada masyarakat pascagempa," jelas Sirajuddin.
Sementara warga yang panik dan khawatir adanya gempa susulan memilih mengungsi malam hari ke berbagai lokasi. Warga di Kecamatan Malunda, Majene misalnya mengungsi ke kandang ayam bersama istri dan anak-anak mereka.
Sejumlah keluarga lainnya mengungsi ke rumah kebun yang diperkirakan aman dari bencana gempa jika sewaktu-waktu terjadi. Pemerintah setempat telah melakukan pendataan sementara, tercatat ada sekitar 20 rumah warga yang dilaporkan mengalami keruskanan parah hingga ringan.
Meski berbagai instansi pemerintah serentak melakukan edukasi melalui berbagai saluran terkait situasi pascagempa, namun warga tetap saja ada yang panik dan ketakutan terkait gempa susulan hingga mereka memilih mengungsi ke kandang ayam atau rumah kebun dan tenda darurat.
Sirajuddin mengatakan, tim penanggulangan bencana telah turun bersama melakukan edukasi pascagempa. Pemerintah mengimbau warga agar tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang tidak jelas asal usulnya.(sumber: kompas.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2288 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan