Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Gempa Majene, Warga Mengungsi ke Kandang Ayam dan Rumah Kebun
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Takut tsunami dan gempa susulan, ratusan warga di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat mengungsikan keluarga dan anak-anak mereka ke kandang ayam atau rumah kebun yang diperkirakan aman dari gempa.
Gempa tektonik magnitudo 5,9 pada Kamis (14/1/2021) yang berpusat di Kecamatan Malunda Majene, menyebabkan dua tebing batu di jalur Trans Sulawesi longsor.
Bongkahan batu raksasa yang menggelinding membuat warga setempat dan pengendara khawatir mendekati titik longsor. Akses jalan tertutup bongkahan batu raksasa yang ukurannya melebihi ketinggian manusia.
Kabid Kedaruratan BPBD Majene Sirajuddin menyebutkan, pihaknya kini terus melakukan validasi data kerusakan pasca gempa.
Namun menurutnya gempa tektonik yang berpusat di Majene, menyebabkan 2 titik pegunungan di wilayah Majene longsor. Bongkahan batu raksasa terus mengelinding dan menutup akses jalan Trans Sulawesi.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait longsor di jalan Trans Sulawesi. Hingga kini, tim tanggap bencana dan semua stakeholder seperti TNI-polisi dan Dinas Perhubungan terus berkoordinasi agar akses jalan yang tertutup longsor bisa diakses warga dan pengguna jalan secara normal.
"Kami sementara masih melakukan pendataan lasca gempa. Ada 2 titik longsor yang menutup akses jalan Trans Sulawesi. 20 rumah warga dilaporkan rusak berat hingga rusak ringan. Sementara ada ratusan warga yang takut gempa susulan mengungsi ke kandang ayam. Saat ini kita sedang melakukan edukasi kepada masyarakat pascagempa," jelas Sirajuddin.
Sementara warga yang panik dan khawatir adanya gempa susulan memilih mengungsi malam hari ke berbagai lokasi. Warga di Kecamatan Malunda, Majene misalnya mengungsi ke kandang ayam bersama istri dan anak-anak mereka.
Sejumlah keluarga lainnya mengungsi ke rumah kebun yang diperkirakan aman dari bencana gempa jika sewaktu-waktu terjadi. Pemerintah setempat telah melakukan pendataan sementara, tercatat ada sekitar 20 rumah warga yang dilaporkan mengalami keruskanan parah hingga ringan.
Meski berbagai instansi pemerintah serentak melakukan edukasi melalui berbagai saluran terkait situasi pascagempa, namun warga tetap saja ada yang panik dan ketakutan terkait gempa susulan hingga mereka memilih mengungsi ke kandang ayam atau rumah kebun dan tenda darurat.
Sirajuddin mengatakan, tim penanggulangan bencana telah turun bersama melakukan edukasi pascagempa. Pemerintah mengimbau warga agar tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang tidak jelas asal usulnya.(sumber: kompas.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3899 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2996 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2058 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2032 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1817 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun