Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
MDA Gianyar Tunda Ngantor di Gedung Baru, Ada Apa?
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Gedung megah Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Gianyar telah lama rampung. Gedung ini mulai dibangun bulan Agustus 2020 lalu yang ditandai peletakan batu pertama oleh Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Mahayastra.
Bangunan berlantai dua tersebut dibangun di atas lahan milik Pemprov Bali seluas sekitar 7 are. Bersebelahan dengan Kantor Dinas Sosial Kabupaten Gianyar di Jalan Kesatrian, Kelurahan Gianyar, Kecamatan Gianyar.
Pembangunannya dikebut, hingga rahina Purnama Kepitu, Selasa 29 Desember 2020 gedung diresmikan sekala niskala melalui upacara pemelaspasan. Hanya saja, setelah jadi dan resmi justru gedung ini dibiarkan kosong.
Seperti tampak, Rabu (20/1), pintu gerbang gedung tertutup. Bagian lain juga dilengkapi gembok dan tidak ada aktivitas dalam gedung.
Ketua MDA Gianyar, Anak Agung Alit Asmara saat ditemui Rabu (20/1) membenarkan gedung baru masih tutup. Alasannya, karena gedung baru belum dilengkapi fasilitas mebelair.
"Ya belum ngantor disana. Ruangan masih kosong. Belum bisa kita pakai, karena belum ada meja, bangku dan keperluan perkantoran lainnya," ujarnya.
Namun dikarenakan kewenangan pengadaan peralatan kerjanya bukan Pemkab Gianyar, sehingga pihaknya harus menunggu. "Kapan akan bisa dipakai, kami belum tahu secara pasti. Kami hanya menunggu," ujarnya.
Dikatakan, saat ini para pegawai MDA Gianyar, termasuk dirinya masih ngantor di kantor lama, yakni di sebuah pojokan lingkungan perkantoran Pemkab Gianyar.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan