Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 13 Juni 2026
Seorang Ibu Ikut Botaki Rambut Sendiri Demi Anak yang Idap Kanker
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perempuan bernama Luciana Rebello, belakangan menyita perhatian warganet dengan unggahannya yang viral dan begitu menyentuh.
Ia baru saja didiagnosis kanker serviks yang disebabkan oleh HPV (human papillomavirus).
Sebelum memulai kemoterapi, perempuan asal Brasil itu memutuskan untuk mencukur habis rambutnya. Lagipula, kata dia, cepat atau lambat rambutnya akan rontok.
Dalam Facebook dan Instagramnya, Luciana pun membagikan video saat ibunya membantunya untuk membotakkan rambut pirangnya tersebut.
Namun, tiba-tiba saja, sudah lewat setengah jalan, sesuatu yang mengejutkan dilakukan oleh sang ibu.
Ia tiba-tiba saja meletakkan pencukur tersebut ke kepalanya dan mulai ikut menghabisi seluruh rambutnya seperti sang putri. Sontak saja perempuan berusia 31 tahun tersebut bertanya, apa yang dilakukan oleh sang ibu.
Luciana begitu terkejut dan sangat tersentuh dengan apa yang dilakukan ibunya. Ia pun tak kuasa membendung air matanya dan mulai menangis.
"Cinta seorang ibu," tulisnya pada video yang begitu mengharukan ini. Tentu saja, video tersebut pun turut menyentuh hati jutaan warganet, hingga dengan cepat menyebar, tidak hanya di Facebook, Instagram, tetapi juga di Twitter.
"Saya menangis saat melihat ini, ini adalah cinta tanpa syarat untuk anak Anda," tulis seorang warganet.
Seorang yang lain ingat melakukan hal yang sama untuk ayahnya.
"Ini membawa saya mengingat kembali momen-momen yang menyentuh. Itu sulit, tetapi juga begitu melegakan. Mencukur kepala saya sebagai dukungan. Terima kasih telah berbagi," kata orang tersebut.
Luciana ingin videonya ini mendorong orang lain yang menderita kanker tetap semangat dan membuat banyak perempuan sadar akan bahaya HPV.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli