Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Kekasih Nikahi Wanita Lain, Perempuan Hamil Laporkan Pacar ke Polisi
BERITABALI.COM, NTB.
Seorang perempuan berinisial MI (20 tahun) melaporkan kekasihnya, MJ (21 tahun) warga Desa Sampe, Kecamatan Moyo Hulu ke Polres Sumbawa.
Pasalnya, MI yang tengah hamil dua bulan, tak terima sang pacar menikahi wanita lain yakni ER (21 tahun), yang masih satu kampung dengan MJ. Parahnya, ER yang akan dinikahi itu juga dalam kondisi sama, tengah berbadan dua karena dihamili MJ.
MI, asal Desa Leseng, Kecamatan Moyo Hulu itu sudah berpacaran selama dua tahun dengan MJ. MI melaporkan MJ dengan delik pemerkosaan. Karena saat ini ia tengah hamil dua bulan. Laporan tersebut dibenarkan Kasat Reskrim Polres Sumbawa Iptu Akmal Novian Reza. "MJ dilaporkan dengan kasus pemerkosaan," ungkap Akmal.
Belakangan diketahui, ER juga dihamili MJ. Dengan alasan itu, MJ memilih menikahi ER. MI dan keluarganya yang mengetahui MJ telah menikahi wanita lain tak terima dan melaporkannya ke polisi.
"Saat ini masih dalam proses mediasi untuk menyelesaikan masalah tersebut," ujarnya.
Dalam mediasi tersebut, MJ sanggup menikahi Ml. Sementara ER juga siap diceraikan oleh MJ. Untuk sementara, MJ masih mengamankan diri di Polres Sumbawa demi keamanan dirinya.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2803 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1975 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun