Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Benarkah Jarang Bercinta Bikin Pria Kena Kanker Prostat? Ini Jawaban Dokter
beritabali.com/ist/suara.com/Benarkah Jarang Bercinta Bikin Pria Kena Kanker Prostat? Ini Jawaban Dokter
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dokter menjawab risiko kanker prostat yang bisa dialami pria. Benarkah karena jarang bercinta?
Dokter spesialis Uro-Onkologi Dr. dr. Nur Rasyid. Sp.U(K). menjelaskan bahwa hubungan seksual bagi laki-laki menandakan kemampuan ereksinya masih berfungsi baik.
Sedangkan ereksi melemah jadi pertanda adanya masalah pada pembuluh darah, salah satunya penyakit kanker prostat.
"Jadi seorang laki-laki yang teratur melakukan aktivitas seksual pasti kesehatannya secara umum akan lebih baik. Sebaliknya, gangguan ereksi disebut sebagai alarm bahwa adanya masalah pembuluh darah," jelas dokter Rasyid dalam webinar daring 'World Cancer Day 2021', Rabu (17/2/2021).
Ia melanjutkan bahwa gangguan ereksi yang berarti adanya masalah pembuluh darah bisa menandakan penyakit pada organ lain juga.
Sehingga, gangguan ereksi yang menyebabkan aktivitas seksual seseorang menurun belum terbukti akan meningkatkan risiko terjadinya kanker prostat.
"Ereksi itu alarm adanya pembuluh darah yang kurang baik. Pembuluh darah bisa ke jantung, ke otak, sakit ginjal. Jadi kalau ditanya, apakah orang yang tidak beraktivitas seksual mempunyai risiko kanker prostat lebih tinggi, enggak ada penelitian," papar dokter Rasyid.
Ia menyampaikan bahwa penyakit apapun diperlukan adanya diagnosa yang tepat. Sebab, gangguan ereksi pada pria lanjut usia tidak selalu jadi pertanda penyakit.
Seperti perempuan yang akan mengalami menopause saat lansia, pria juga mengalaminya.
"Kalau wanita kan namanya menopause kalau laki-laki andropause. Itu secara klinis mengalami keluhan baik fisik maupun psikologis," ucapnya.
Secara psikologis, laki-laki yang sudah mengalami andropause akan mengalami gejala cepat lelah, emosional, kekuatan yang menurun, ereksi pagi menurun, juga libido yang turun.
Dokter Rasyid mengatakan, kondisi itu bisa diatasi dengan terapi pengganti hormon asalkan orang tersebut sehat dan tidak punya riwayat atau tanda kanker prostat.
"Jadi keluhan-keluhan ini memang ada. Kemudian kita buktikan periksa dengan testosteron total. Pastikan orang ini tidak mempunyai kemungkinan kanker prostat (dibuktikan) dengan biopsi dan PSA," jelasnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2606 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2261 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan