Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
5 Tanda Umum Seseorang Alami Depresi Klinis
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Saat menghadapi hari yang berat di rumah maupun di tempat kerja, wajar jika Anda merasa sedih dari waktu ke waktu. Tapi hal ini tidak sama pada orang yang menghadapi depresi klinis.
Pada kenyataannya, depresi merupakan kondisi serius yang bisa sangat berdampak pada kesehatan mental dan fisik.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), depresi adalah penyakit yang butuh perhatian utama di seluruh dunia.
Kebanyakan orang tidak mencari bantuan karena stigma sosial atau kurangnya pengetahuan, yang dapat memperburuk kondisi mereka secara mental.
Melansir dari Times Of India, berikut beberapa gejala umum depresi yang harus diperhatikan.
1. Kesedihan yang terus-menerus
Merasa rendah diri dari waktu ke waktu adalah bagian dari kehidupan yang normal. Namun, jika mengalami suasana hati yang tertekan selama lebih dari dua minggu berturut-turut, bisa menjadi tanda depresi. Seseorang yang menderita depresi mungkin sering merasa sedih atau sering menangis. Mereka sering kali merasakan semacam kehampaan.
2. Kehilangan minat
Gejala umum kedua adalah hilangnya minat atau kesenangan hal-hal yang pernah Anda nikmati. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut juga dengan anhedonia. Dalam fase ini, orang biasanya menarik diri dari aktivitas yang pernah mereka nantikan di masa lalu, seperti olahraga, hobi, atau jalan-jalan dengan teman. Mereka mungkin juga kehilangan minat pada seks.
3. Kelelahan dan tidur berlebihan
Tidur tampaknya menjadi cara terbaik untuk melepaskan diri dari masalah bagi penderita depresi. Pada umumnya merasa sangat lelah dan malas, sehingga melampiaskannya dengan banyak tidur. Dalam beberapa kasus, depresi dapat menyebabkan insomnia dan kegelisahan di malam hari.
4. Perubahan nafsu makan
Perubahan nafsu makan atau penurunan berat badan yang drastis adalah tanda depresi. Hal ini bahkan dapat bekerja dalam dua cara, seseorang mulai makan banyak atau hanya kehilangan minat makan atau tidak merasa lapar sama sekali.
5. Kecemasan/kegelisahan
Kecemasan dan depresi sering dikaitkan satu sama lain. Kecemasan yang parah sering kali menyebabkan depresi. Gugup, gelisah, perasaan yang bahaya, detak jantung cepat, napas cepat, gemetar atau otot berkedut, merupakan beberapa tanda kecemasan yang umum yang dialami depresi klinis.
Bila anda merasa mengalami salah satu atau lebih dari tanda-tanda di atas, segera mencari bantuan dengan menghubungi ahli kejiwaan terdekat. Mencari tahu secara langsung pada orang yang kompeten merupakan tindakan benar dan lebih baik daripada mendiagnosa diri sendiri.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2290 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan