Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Asal Mula Tari Baris Kraras Mengwi dalam Ritual Aci Tulak Tunggul
BERITABALI.COM, BADUNG.
Tari Baris Kraras merupakan tarian tradisional khas Bali yang berasal dari Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali.
Tari Baris Kraras merupakan tarian sakral yang biasanya dipentaskan dalam upacara Pujawali di Pura Taman Ayun yang jatuh tiap 210 hari sekali, tepatnya pada Selasa Kliwon Wuku Medangsia.
Dikutip dari beritabadung.id, berbeda dari Tari Baris pada umumnya, busana yang digunakan dalam tarian ini dibuat dari pelepah daun pisang yang kering. Penyebutan istilah dari "pelepah daun pisang kering" tersebut jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Bali disebut sebagai "kraras".
Kelengkapan busana dari Tari Baris Kraras selanjutnya dilengkapi dengan atribut-atribut yang terdiri dari hiasan-hiasan dari kulit babi, daging babi, sate lilit, serta riasan wajah yang dipoleskan dengan kapur yang dibasahi.
Sejarah munculnya Tari Baris Kraras berawal dari aktivitas persemedian yang dilakukan oleh Raja Mengwi kala itu, Cokorda Nyoman Mayun.
Persemedian yang dilakukan bertujuan untuk meminta petunjuk dari jebolnya tanggul pengairan di Pura Taman Ayun yang seringkali mengalami kebocoran dan merugikan para petani di Banjar Batu Lumbung, Mengwi.
Representasi dari perwujudan serta atribut yang digunakan dalam Tarian Baris Kraras berasal dari penggambaran sosok yang dilihat oleh Raja Mengwi Cokorda Nyoman Mayun saat melakukan persemedian. Ia didatangi dan diberikan petunjuk oleh sekelompok pria yang mengenakan pakaian dari pelepah daun pisang yang kering (kraras).
Sesungguhnya, tanggul pengairan di Pura Taman Ayun telah dibangun dengan kuat, hanya saja belum memiliki pedagingan. Oleh sebab itu, Raja Mengwi pun diperintahkan untuk menggelar Upacara Aci Tulak Tunggul yang diiringi dengan Tari Baris Kraras.
Penari dari tarian ini harus dilakukan oleh masyarakat yang berasal dari Banjar Batu Lumbung yang diiringi dengan gamelan vokal. Sehingga, makna dari Tari Baris Kraras adalah untuk menjaga keharmonisan alam semesta dan menjauhkan dari segala bencana.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2797 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2029 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1973 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun