Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kebakaran Lahan di Jembrana Diduga Berasal dari Pembakaran Sampah

Jumat, 12 Juni 2026, 11:06 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Kebakaran Lahan di Jembrana Diduga Berasal dari Pembakaran Sampah.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Kebakaran lahan terjadi di wilayah Jembrana pada Rabu (10/6/2026) malam. Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan warga pada sore hari.

Kepala Danyon Yonif TP 928/BSY, Letkol Inf Oky Chandra Firmansyah, menjelaskan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kebakaran bermula dari pembakaran sampah yang dilakukan sekitar pukul 17.25 Wita. Seiring berjalannya waktu, api terus membesar hingga merambat ke area lahan di sekitarnya.

Indikasi awal menunjukkan api berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan masyarakat pada sore hari sekitar pukul 17.25 Wita. Pada malam hari api semakin membesar sehingga memerlukan penanganan cepat agar tidak meluas.

Kejadian tersebut pertama kali dilaporkan oleh Muhamad Aries Wahyudi. Melihat kobaran api semakin besar dan berpotensi membahayakan lingkungan sekitar, ia segera menghubungi saudaranya, Yudi, anggota Kelompok Kerja Tani Hutan (KKTH).

Mendapat informasi tersebut, Yudi langsung berkoordinasi dengan tim pemadam kebakaran Yonif TP 928/BSY. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman dan mencegah api menjalar ke area yang lebih luas.

Setelah menerima laporan dari masyarakat, personel kami segera menuju lokasi dan melakukan penanganan. Prioritas kami saat itu adalah mencegah api mendekati permukiman warga.

Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, kebakaran sempat membuat warga sekitar merasa khawatir karena lokasi kejadian berada tidak jauh dari permukiman penduduk.

"Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membakar sampah. Pastikan api benar-benar padam dan tidak ditinggalkan begitu saja untuk menghindari kejadian serupa," pungkasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami