Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Usaha Arak, Brem, dan Tuak Bali Sah Diproduksi, Warganet: Petani Arak Kecil Gimana?
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Perajin minuman fermentasi atau destilasi khas Bali berupa Arak Bali, Tuak Bali, dan Brem Bali mendapatkan kabar gembira, pasca diberlakukannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal, yang ditetapkan tanggal 2 Februari 2021.
"Sehingga dengan adanya Perpres Nomor 10 Tahun 2021 menjadikan minuman Arak Bali, Brem Bali, dan Tuak Bali sebagai usaha yang sah untuk diproduksi dan dikembangkan," demikian informasi yang disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster pada, Senin Soma Wage, Kulantir (22/2) di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Pemprov Bali ini mengatakan Perpres Nomor 10 Tahun 2021 ini merupakan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
Adanya kebijakan ini menuai komentar sejumlah warganet, diantaranya banyak mempertanyakan apakah petani arak kecil yang kategori rumah tangga termasuk dalam aturan tersebut.
Berikut kutipan sejumlah komentar warganet yang dirangkum beritabali.com:
Duladi Ven: sah diproduksi tapi kalau yng minum ditangkap sama saja menggorbankan rakyatnya
Ikadek Risnoadi: Kira2 boleh diproduksi smua orang "pengusaha arak kecil2an" atau hanya pabrik/perusahaan besar??
Made Topan: Klo yg petani arak kecil gimana ya ???
Gunarsa Gun: Sekarang setiap desa bnyak orang mabok arak dan tuak terutama anak anak smp sma. Bljr dari rumah mlm keluyuran mabok.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan