Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Rusia dan Cina Sepakat Bangun Stasiun Bersama di Bulan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia dan Cina tengah mengeksplorasi bulan dan berencana untuk bersama membangun "kompleks fasilitas penelitian eksperimental" luar angkasa. Kedua negara berambisi meluaskan keberadaan di bulan.
Badan Antariksa Nasional Rusia, Roscosmos, pada hari Selasa (09/03) mengumumkan, Rusia telah menandatangani nota kesepahaman dengan Cina untuk membangun stasiun luar angkasa bersama di bulan.
Stasiun tersebut akan dibangun seperti "kompleks fasilitas penelitian eksperimental yang dibuat di permukaan dan atau di orbit bulan."
Kedua negara telah sepakat untuk bekerja sama dalam merancang, melaksanakan, dan mempresentasikan proyek tersebut.
Kantor berita Rusia Interfax melaporkan duta besar Cina untuk Rusia mengkonfirmasi perjanjian tersebut.
Mitra yang layak Kepala Roscosmos Dmitry Rogozin pada Juli 2020 mengatakan, pihaknya sedang dalam pembicaraan dengan Cina terkait kemungkinan mengembangkan pangkalan bersama di bulan.
Proyek itu akan melibatkan pengembangan sistem pemantauan ruang angkasa dan membantu eksplorasi ruang angkasa yang lebih mendalam, kata Rogozin.
Dia mengisyaratkan kerja sama dalam keamanan dari tabrakan asteroid dan komet.
"Cina telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, kami menghormati hasil yang mereka capai, dan pada prinsipnya mereka adalah mitra yang layak bagi kami," kata Rogozin seperti dikutip Interfax.
Beijing dan Kremlin telah berusaha untuk memperkuat hubungan mereka sejak 2014 setelah aneksasi Rusia atas Krimea di Ukraina membuat tegang hubungannya dengan Barat.
Saingan dan sekutu luar angkasa
Pengumuman itu dirilis beberapa jam setelah organisasi studi luar angkasa Prancis, CNES, melaporkan bahwa Paris dan Beijing juga berkomitmen untuk bekerja sama di bidang eksplorasi luar angkasa.
Saat ini NASA berencana membangun stasiun bulan bekerja sama dengan Jepang, Kanada, dan Eropa. Pada Februari lalu, seorang pejabat Uni Eropa (UE) mengatakan kepada Reuters, blok tersebut juga akan membentuk aliansi industri luar angkasa agar tidak kalah bersaing dengan teknologi AS dan Cina.
Langkah Rusia menjalin kesepakatan dengan Cina ini dilakukan lantaran kehilangan monopoli atas perjalanan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional setelah peluncuran misi SpaceX. ha/as (AFP, DPA, Interfax, Reuters).(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 736 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan