Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Rusia dan Cina Sepakat Bangun Stasiun Bersama di Bulan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia dan Cina tengah mengeksplorasi bulan dan berencana untuk bersama membangun "kompleks fasilitas penelitian eksperimental" luar angkasa. Kedua negara berambisi meluaskan keberadaan di bulan.
Badan Antariksa Nasional Rusia, Roscosmos, pada hari Selasa (09/03) mengumumkan, Rusia telah menandatangani nota kesepahaman dengan Cina untuk membangun stasiun luar angkasa bersama di bulan.
Stasiun tersebut akan dibangun seperti "kompleks fasilitas penelitian eksperimental yang dibuat di permukaan dan atau di orbit bulan."
Kedua negara telah sepakat untuk bekerja sama dalam merancang, melaksanakan, dan mempresentasikan proyek tersebut.
Kantor berita Rusia Interfax melaporkan duta besar Cina untuk Rusia mengkonfirmasi perjanjian tersebut.
Mitra yang layak Kepala Roscosmos Dmitry Rogozin pada Juli 2020 mengatakan, pihaknya sedang dalam pembicaraan dengan Cina terkait kemungkinan mengembangkan pangkalan bersama di bulan.
Proyek itu akan melibatkan pengembangan sistem pemantauan ruang angkasa dan membantu eksplorasi ruang angkasa yang lebih mendalam, kata Rogozin.
Dia mengisyaratkan kerja sama dalam keamanan dari tabrakan asteroid dan komet.
"Cina telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, kami menghormati hasil yang mereka capai, dan pada prinsipnya mereka adalah mitra yang layak bagi kami," kata Rogozin seperti dikutip Interfax.
Beijing dan Kremlin telah berusaha untuk memperkuat hubungan mereka sejak 2014 setelah aneksasi Rusia atas Krimea di Ukraina membuat tegang hubungannya dengan Barat.
Saingan dan sekutu luar angkasa
Pengumuman itu dirilis beberapa jam setelah organisasi studi luar angkasa Prancis, CNES, melaporkan bahwa Paris dan Beijing juga berkomitmen untuk bekerja sama di bidang eksplorasi luar angkasa.
Saat ini NASA berencana membangun stasiun bulan bekerja sama dengan Jepang, Kanada, dan Eropa. Pada Februari lalu, seorang pejabat Uni Eropa (UE) mengatakan kepada Reuters, blok tersebut juga akan membentuk aliansi industri luar angkasa agar tidak kalah bersaing dengan teknologi AS dan Cina.
Langkah Rusia menjalin kesepakatan dengan Cina ini dilakukan lantaran kehilangan monopoli atas perjalanan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional setelah peluncuran misi SpaceX. ha/as (AFP, DPA, Interfax, Reuters).(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan