Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 7 Mei 2026
Kegiatan Upacara Dibatasi, Pesanan Pengrajin Gerabah di Kapal Menurun
BERITABALI.COM, BADUNG.
Sejak Covid-19 menerpa, beberapa lini usaha mati suri di Bali. Tidak terkecuali usaha gerabah perlengkapan upakara di Banjar Basang Tamiang, Kelurahan Kapal, Desa Kapal, Kabupaten Badung.
Seorang pengrajin dan pelaku usaha gerabah di desa setempat, I Ketut Subrata menyampaikan, hal ini tentunya berdampak penurunan permintaan sejak pandemi mendera. Hal tersebut disebabkan karena adanya pembatasan kegiatan serta keramaian yang akhirnya berdampak ke pembatasan kegiatan adat terutama Pitra Yadnya, dimana permintaan produk gerabah paling banyak dibutuhkan dalam upakara tersebut.
"Ya, tentu menurun pesanannya karena tidak ada upakara ngaben massal saat ini," sebutnya.
Sebelum pandemi, kata dia, pesanan datang dari sebagian daerah di Bali, sekali pesan bisa mencapai ratusan biji gerabah bisa terjual mulai dari, Coblong, Payuk Pere, Caratan alit, Paso dan Senden.
"Langganan ada dari Karangasem, Buleleng, Klungkung dan beberapa daerah lainnya di Bali. Tentu semua tergantung dari pesanan, biasanya paling ramai pada bulan Agustus dan September," ujarnya.
Dalam kondisi seperti saat ini, ia hanya bersyukur dan berharap bisa tentu tetap berkarya dan mendapat cukup penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 705 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 649 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 477 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 461 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik