Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Harga Diri Rendah Bisa Menyebabkan Depresi dan Kecemasan, Kenali Tandanya!
beritabali.com/ist/suara.com/Harga Diri Rendah Bisa Menyebabkan Depresi dan Kecemasan, Kenali Tandanya!
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kita dapat mengalami harga diri rendah di beberapa titik dalam hidup. Kondisi ini membuat kita merasa tidak yakin dengan kemampuan diri atau berpikir seolah kita gagal.
Harga diri merupakan persepsi yang selalu berubah dari emosi, tindakan, pikiran, hubungan, dan penampilan fisik kita sendiri, di antara hal-hal lainnya.
Menurut psikolog klinis di Lenox Hill Hospital New York, Sabrina Romanoff, PsyD, dilansir Insider, tanda emosional pada seseorang yang sedang mengalami harga diri rendah adalah:
- Ketakutan abadi akan kegagalan
- Kesulitan menerima pujian
- Hanya berfokus pada kelemahan pribadi
- Kecenderungan untuk merendahkan diri
Sedangkan perilaku yang bekaitan dengan harga diri rendah menurut psikolog klinis di Urban Balance, Aimee Daramus , PsyD, meliputi:
- Kebutuhan menyenangkan orang lain
- Kesulitan untuk berkata tidak
- Menghindari konflik
- Meminta maaf lebih dari yang diperlukan
- Bereaksi berlebihan terhadap ketidaksepakatan
- Takut orang yang dicintai meninggalkan kita
Perasaan dan perilaku seperti ini dapat membuat kita tidak melakukan hal yang disukai karena berfokus pada bagaimana orang lain akan memandang kita.
Ada berbagai penyebab harga diri rendah, seperti penindasan, penyalahgunaan obat terlarang, trauma, serta perjuangan akademis tanpa dukungan orang tua.
Orang tua juga dapat menyebabkan anak memiliki harga diri yang rendah dalam beberapa hal. Salah satunya jika orang tua tidak menghargai pencapaian anak atas yang telah diupayakan.
Meski harga diri rendah tidak menyebabkan gejala fisik, tetapi perasaan ini dapat menyebabkan kecemasan dan depresi. Pada akhirnya, ini akan berdampak ke kesehatan fisik dengan menderita sakit perut, migrain, dan kelelahan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4471 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2266 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1570 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1358 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1019 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun