Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Harga Diri Rendah Bisa Menyebabkan Depresi dan Kecemasan, Kenali Tandanya!

Senin, 15 Maret 2021, 13:25 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist/suara.com/Harga Diri Rendah Bisa Menyebabkan Depresi dan Kecemasan, Kenali Tandanya!

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Kita dapat mengalami harga diri rendah di beberapa titik dalam hidup. Kondisi ini membuat kita merasa tidak yakin dengan kemampuan diri atau berpikir seolah kita gagal.

Harga diri merupakan persepsi yang selalu berubah dari emosi, tindakan, pikiran, hubungan, dan penampilan fisik kita sendiri, di antara hal-hal lainnya.

Menurut psikolog klinis di Lenox Hill Hospital New York, Sabrina Romanoff, PsyD, dilansir Insider, tanda emosional pada seseorang yang sedang mengalami harga diri rendah adalah:

  • Ketakutan abadi akan kegagalan
  • Kesulitan menerima pujian
  • Hanya berfokus pada kelemahan pribadi
  • Kecenderungan untuk merendahkan diri

Sedangkan perilaku yang bekaitan dengan harga diri rendah menurut psikolog klinis di Urban Balance, Aimee Daramus , PsyD, meliputi:

  • Kebutuhan menyenangkan orang lain
  • Kesulitan untuk berkata tidak
  • Menghindari konflik
  • Meminta maaf lebih dari yang diperlukan
  • Bereaksi berlebihan terhadap ketidaksepakatan
  • Takut orang yang dicintai meninggalkan kita

Perasaan dan perilaku seperti ini dapat membuat kita tidak melakukan hal yang disukai karena berfokus pada bagaimana orang lain akan memandang kita.

Ada berbagai penyebab harga diri rendah, seperti penindasan, penyalahgunaan obat terlarang, trauma, serta perjuangan akademis tanpa dukungan orang tua.

Orang tua juga dapat menyebabkan anak memiliki harga diri yang rendah dalam beberapa hal. Salah satunya jika orang tua tidak menghargai pencapaian anak atas yang telah diupayakan.

Meski harga diri rendah tidak menyebabkan gejala fisik, tetapi perasaan ini dapat menyebabkan kecemasan dan depresi. Pada akhirnya, ini akan berdampak ke kesehatan fisik dengan menderita sakit perut, migrain, dan kelelahan.(sumber: suara.com)
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami