Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Musisi Meninggal Dunia Setelah Disuntik Vaksin AstraZeneca
BERITABALI.COM, DUNIA.
Otoritas Italia menyita vaksin Covid-19 merek AstraZeneca, setelah seorang musisi meninggal beberapa jam seusai disuntik vaksin tersebut.
Menyadur The Sun, Selasa (16/3/2021), Sandro Tognatti meninggal dalam keadaan yang belum ditentukan. Namun, waktu kematiannya tepat setelah dirinya mendapatkan vaksin AstraZeneca.
Tognatti disuntik pada Sabtu sore, kemudian suhu badannya naik pada malam hari hingga jatuh sakit pada Minggu pagi.
Pihak keluarga musisi 57 tahun tersebut kemudian memanggil ambulans, tetapi dia meninggal tak lama kemudian, kata istrinya kepada surat kabar Italia.
Menurut surat kabar La Republica, jaksa kota Biella mulai menyelidiki kematian Tognatti. Pihak berwenang juga sedang menunggu hasil pemeriksaan post-mortem untuk menentukan apakah ada hubungan antara vaksin tersebut dan kematiannya.
Italia bergabung dengan Prancis, Jerman, dan beberapa negara lain untuk menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca setelah timbul kekhawatiran pembekuan darah.
Boris Johnson, ilmuwan dan regulator Inggris mengatakan, vaksin itu aman dan saat ini tidak ada bukti sebagai penyebab pembekuan darah yang fatal.
Keputusan Italia untuk menghentikan sementara penggunaan vaksin AstraZeneca dilakukan setelah adanya diskusi antara Perdana Menteri Mario Draghi, dan Menteri Kesehatan Roberto Speranza.
"Speranza mengadakan pembicaraan dengan para menteri kesehatan Jerman, Prancis dan Spanyol pada siang hari," jelas Kementerian Kesehatan Spanyol.
Menurut jaksa di wilayah Piedmont, satu batch vaksin yang diterima Tognatti telah disita sampai keamanannya dapat dipastikan.
Jaksa Teresa Angela Camelio mengatakan vaksin itu disita "Sampai kami benar-benar yakin bahwa kematian Tognatti tidak dikaitkan dengan inokulasi".
"Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa pemberian obat secara terus menerus di seluruh negeri tidak menyebabkan konsekuensi lebih lanjut," katanya.
Penyitaan tersebut terjadi setelah hakim di Sisilia memerintahkan penyitaan batch terpisah dari vaksin AstraZeneca minggu lalu, menyusul kematian mendadak dua pria yang baru-baru ini diinokulasi.
Pemerintah Italia mengatakan tidak ada bukti hubungan antara kematian dua pria tersebut dan vaksin Covid-19 AstraZeneca.
European Medicines Agency (EMA) mengatakan, pada 10 Maret akan menyelidiki serentetan kasus pembekuan darah di Eropa.
Tetapi tetap mendesak anggotanya untuk terus melakukan vaksinasi karena manfaat perlindungan terhadap Covid-19 lebih besar daripada potensi risiko dari vaksin tersebut.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4638 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2602 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2258 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan