Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Warga Abaikan Pekik Tolong, Ternyata Suara Seorang Ayah Dibunuh Anaknya Yang Gila
beritabali.com/ist/suara.com/Warga Abaikan Pekik Tolong, Ternyata Suara Seorang Ayah Dibunuh Anaknya Yang Gila
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Warga Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mendengar pekik minta tolong dari rumah Adi Pratama (26), Selasa (23/03/2021) dini hari.
Warga menganggap sudah biasa karena Adi, pemuda gila itu memang kerap berteriak-teriak saban malam. Namun pagi beranjak siang warga menjadi geger lantaran ayah Adi yang bernama Tamin (46) tewas tergeletak bersimbah darah.
Ini diketahui saat saudara Adi datang mengecek rumah yang pintunya terbuka lebar. Sementara Adi sudah kabur tidak berada di rumah. Ia sekarang diburu oleh kepolisian setempat karena dikhawatirkan membahayakan orang lain.
Suara pekik minta tolong itu kemungkinan juga berasal dari Tamin yang dibunuh oleh darah dagingnya sendiri. Selama ini Adi ditinggal hidup sendirian di rumah Tamin tersebut.
Kabar kematian Tamin ini dibenarkan oleh Kepala Desa Bumirejo Sugeng Wicaksono. Korban bernama Tamin ini tewas di tangan sang anak kandung pada Selasa dini hari (23/2/2021).
"Peristiwa terjadi Selasa (23/3) sekitar pukul 01.00 WIB. Salah satu tetangga mendengar suara teriakan minta tolong dari rumah Adi tersebut. Namun, tetangga yang mendengar itu tidak menghiraukan. Sebab ia mengira suara teriakan Adi. Yang memang kerap berteriak setiap malam," kata Sugeng, dikutip dari Suarajatimpost.com, jejaring media suara.com, Selasa (23/03/2021).
Sugeng menjelaskan, pelaku selama ini dikenal memiliki gangguan jiwa bertahun - tahun. Setelah menghabisi ayah kandungnya sendiri, Adi Pratama melarikan diri dan dalam pengejaran tim Satreskrim Polres Malang.
Sementara jasad Tamin dilarikan ke ruang jenazah Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA).
Polisi sendiri masih melakukan identifikasi dan selesai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sekitar rumah korban. Sedangkan proses identifikasi dan autopsi dilakukan di ruang jenazah RSSA.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3808 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1750 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang