Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 5 Mei 2026
5 Fakta Seputar Ibu Hamil dan Ibu Menyusui Terkait Covid-19
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Dari berbagai penelitian disebut Covid-19 bisa memengaruhi semua orang, tidak mengenal usia dan kondisi, termasuk bisa menginfeksi ibu hamil dan ibu menyusui. Hal itu tentu membuat ibu hamil dan menyusui merasa khawatir dengan kondisinya serta buah hatinya.
Berikut ini rangkuman fakta dan penjelasan seputar ibu hamil dan ibu menyusui terkait Covid-19, dari Ketua Satuan Tugas (Satgas) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Zubairi Djoerban, mengutip Twitter, Kamis (25/3/2021).
1. Air Susu Ibu (ASI) tidak menularkan Covid-19
Banyak ibu khawatir saat positif Covid-19, tapi di saat yang bersamaan ia sedang menyusui lantas khawatir menularkan kepada anaknya. Sedangkan menurut Prof. Zubairi sampai saat ini belum ada temuan yang menunjukkan virus corona mengalir dalam ASI.
"Tapi, penelitian pada 101 bayi di New York mendapati, ada dua bayi terinfeksi Covid-19 dari ibu yang positif," papar Prof. Zubairi.
Sehingga beberapa ahli menyarankan ibu tetap memberlakukan protokol kesehatan saat menyusui sang buah hati, seperti memakai masker dan menjaga jarak. Berberapa juga menyarankan agar ibu tida menyusui langsung alias diperah.
"Ada dua pendapat. Ada yang membolehkan jika si ibu memakai masker, lalu mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh bayi. Tapi ada juga pendapat ahli yang meminta ibu dijauhkan sementara dari bayinya," jelas profesor penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu.
2. Covid-19 tingkatkan risiko lahir prematur
Hingga saat ini belum ada laporan ibu hamil positif Covid-19 sebabkan bayi mengalami kecacatan. Namun berdasarkan laporan terbaru dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention) AS menunjukkan bahwa Covid-19 memang terkait dengan kelahiran prematur.
"Ibu hamil yang terinfeksi Covid-19 mempunyai risiko 25 persen lebih tinggi untuk memiliki bayi prematur," ungkap Prof. Zubairi.
3. Sebelum melahirkan disarankan tes Covid-19
Hal ini tidak hanya untuk melindungi ibu hamil dan janin, tetapi juga melindungi tenaga medis yang nanti melakukan perawatan saat ibu melahirkan, agar sama-sama mendapat kepastian dan perlindungan.
"Direkomendasikan untuk tes. Sebab, jika positif, tentu Sang Ibu akan membutuhkan perawatan khusus," tuturnya.
4. Positif Covid-19 saat hamil tidak perlu caesar
Operasi caesar diperuntukkan hanya untuk indikasi medis, seperti dalam kondisi darurat air ketuban pecah, bayi terlilit plasenta dan sebagainya. Ibu positif Covid-19 bukan jadi alasan operasi caesar harus dilakukan saat melahirkan.
"Operasi caesar diperlukan ketika dibenarkan secara medis dan memang ada indikasi-indikasi tertentu yang diputuskan oleh dokter kandungan," papar Prof. Zubairi.
5. Ibu menyusui tetap boleh mendapatkan vaksin Covid-19
Berdasarkan surat edaran Kementerian Kesehatan RI Nomor HK.02.02/11/368/2021 pada 11 Februari 2021 lalu, menyatakan bahwa ibu menyusui bisa diberikan vaksin Covid-19, serupa seperti kategori lansia, pengidap komorbid (penyakt penyerta), dan penyintas (orang yang sudah sembuh Covid-19).
Ini karena risiko suntikan vaksin Covid-19, tidak sebesar risiko ketika ibu menyusui terinfeksi Covid-19. Apalagi saat ibu menyusui positif Covid-19, maka gejalanya tidak bisa diprediksi bisa bergejala ringan, sedang, hingga berat.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 442 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 372 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 367 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik