Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
KAMALA Mikul Duwhur, Mandhem Jero
BERITABALI.COM, BADUNG.
Politeknik Pariwisata Bali sebagai perguruan tinggi pariwisata terbaik di Bali tidak berhenti untuk selalu berupaya menjunjung tinggi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satu pembuktian tersebut adalah dengan diterbitkannya KAMALA, sebuah buku yang memuat kumpulan dari hasil-hasil penelitian mengenai Pariwisata Budaya di Indonesia.
Politeknik Pariwisata Bali telah memasuki usia yang tidak muda lagi. Perayaan Dies Natalis Ke-43 Poltekpar Bali berlangsung secara semarak, namun juga penuh kehangatan. Dalam Puncak Dies Natalis Ke-43 Poltekpar Bali, Direktur Poltekpar Bali, Drs. Ida Bagus Putu Puja, M.Kes, menyampaikan rasa terima kasih beliau kepada para pendiri (Founding Fathers) yang telah membangun dan membawa Poltekpar Bali sampai di titik ini. ‘Mikul duwhur, mendhem jero’ yang bermakna ‘Menjunjung setinggi-tingginya, memendam sedalam-dalamnya’ merupakan filosofi klasik yang menjadi konsep perayaan Dies Natalis Poltekpar Bali Ke-43 dengan mengapresiasi pionir dan pimpinan yang telah mengabdi untuk kejayaan Poltekpar Bali. Dalam acara Puncak Dies Natalis Ke-43 Poltekpar Bali, salah satu momen yang istimewa adalah peluncuran Buku KAMALA oleh Direktur Poltekpar Bali.
Buku KAMALA merupakan hadiah istimewa terlebih diluncurkan bertepatan dengan Dies Natalis Ke-43 Politeknik Pariwisata Bali. Sebagai perguruan tinggi yang menjunjung Tri Dharma Perguruan Tinggi, sudah selayaknya Poltekpar Bali bertekad untuk terus memajukan pariwisata di Indonesia. Tujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan, serta menjadi sumbangsih untuk mendukung program kerja pemerintah dan masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata budaya di Indonesia menjadi cikal bakal buah pemikiran dari lahirnya buku KAMALA. Buku KAMALA (Kepariwisataan Berbasis Masyarakat, Berbudaya dan Berkelanjutan) tidak hanya sebagai kado pada hari jadi Poltekpar Bali Ke-43, namun juga merupakan persembahan yang indah dari Politeknik Pariwisata Bali kepada para pendirinya, pemerintah, masyarakat, dan civitas akademika.
Secara filosofis, kata KAMALA bermakna bunga Teratai. Hal ini menjadi pengingat bahwa Politeknik Pariwisata Bali mesti dibangun dengan meneladani sifat luhur bunga Kamala. Nilai luhur tersebut dapat dilihat dari bagaimanapun berlumpurnya lingkungan hidup bunga Kamala, namun, kehindahan bunga Kamala tetap terjunjung tinggi di atas air tanpa cela. Bahkan, para dewa menjadikannya tempat berpijak karena kesuciannya. Hal tersebut juga menjadi nilai historis mengingat metamorphosis Politeknik Pariwisata Bali pada awal 1978 yang dari Pusat Pendidikan Perhotelan dan Pariwisata Bali (P4B) hingga saat ini menjadi Politeknik Pariwisata Bali. Kesuksesan tersebut juga tidak lepas dari dedikasi pemimpin terdahulu dalam mencurahkan tenaga dan pikiran dengan semangat luhur Manganjali Karya Werdhi yang bermakna mengabdi untuk berkarya.
Sekretaris Kemenparekraf RI, Dra. Ni Wayan Giri Adnyani, M.Sc., CHE, mengungkapkan harapan semoga Politeknik Pariwisata Bali menjadi sumber tumbuhnya tunas-tunas pemikiran baru yang dapat membuka jalan perkembangan pariwisata budaya di Bali, Indonesia dan dunia. Dengan diterbitkannya Buku Kamala diharapkan menjadi pemantik semangat tidak hanya civitas akademika Poltekpar Bali, namun juga seluruh elemen masyarakat untuk dapat menyatukan visi dan misi dalam kemajuan perkembangan pariwisata.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3790 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1736 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang