Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Jembatan Putus, 600 Warga Desa Terisolasi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Jembatan satu-satunya di Dukuh Sumbertowo, Desa Karas, Kabupaten Magetan terputus. Akibatnya, ada sekitar 200 kepala keluarga (KK) atau 600 warga terisolasi.
Kades Karas, Murgiyanto mengatakan, peristiwa putusnya jembatan akses utama di wilayahnya itu terjadi akibat hujan deras mulai pukul 15.30 WIB, Sabtu (27/3/2021) lalu.
Panjang jembatan 30 meter dan dengan lebar 5 meter tersebut sudah berusia lebih dari 45 tahun. Kuat dugaan penyebab jembatan putus akibat hujan dengan intensitas tinggi.
"Awalnya hujan deras, sekitar jam lima sore jembatan putus separuh lebih. Kemudian sekitar jam delapan malam putus total," katanya, dikutip dari Beritajatim.com jaringan Suara.com, Minggu (28/3/2021).
Ia melanjutkan, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung dan jalur ekonomi Dukuh Sumbertowo dan Dukuh Karas.
"Ini akses utama warga, sudah lumpuh total sekarang," sambungnya.
Ia menambahkan, solusi sementara dan satu-satunya akses alternatif, yakni dengan menyusuri sungai.
“Alternatif sementara lewat sungai. Kalau kondisi banjir gak bisa kemana-kemana,” ujarnya.
Sementara itu, Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan Ari Budi Santosa mengatakan, membenarkan jika akses keluar masuk satu-satunya melalui jembatan yang terputus tersebut.
“Jembatan ini sangat vital, saat ini kita lakukan assesment untuk kita laporkan kepada Bupati. Dan langkah apa yang akan kita ambil nantinya,” tutupnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3318 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan