Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Asyik Main Bola, Remaja Ini Tewas Tersambar Petir
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Dua remaja di Kabupaten Tegal tersambar petir saat sedang bermain sepakbola. Satu di antaranya tewas. Peristiwa tragis tersebut terjadi di Desa Mangunsaren, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, Jumat (2/4/2021).
Kapolsek Tarub Iptu Slamet Ibnu Akbar mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.15 WIB di lapangan sepakbola Desa Mangunsaren.
Saat itu, dua kesebelasan sedang mengikuti pertandingan sepakbola persahabatan antardesa. Tiba-tiba ada petir yang menyambar dua orang di antara mereka hingga keduanya terpental dan tak sadarkan diri.
"Itu anak-anak sedang main bola, mau dimulai babak kedua cuaca mendung, belum hujan, tiba-tiba ada kilatan petir. Langsung menyambar dua orang yang mengakibatkan satu meninggal dan satu lagi pingsan," kata Ibnu saat dihubungi Suara.com, Jumat (2/4/2021).
Korban meninggal yakni Saeful Anas (15), warga Desa Mejasem Timur, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, sedangkan korban yang pingsan yakni Ali Farhan (17), warga Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal.
Menurut Ibnu, kedua korban langsung dibawa rekan-rekannya ke Puskesmas Tarub setelah tersambar petir. Namun korban bernama Saeful Anas akhirnya meninggal meski sempat mendapat perawatan medis.
"Korban yang meninggal ada luka bakar sedikit di bagian dada sebelah kiri. Kalau korban yang satu lagi setelah dirujuk ke RSUD Suradadi kondisinya tidak apa-apa, hanya syok," ujarnya.
Ibnu memastikan penyebab kematian korban yang meninggal adalah sambaran petir berdasarkan pemeriksaan dokter Puskesmas Tarub.
"Jenazah korban sudah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan. Keluarga sudah menerima kalau ini musibah," ucapnya.
Pasca kejadian itu, Ibnu mengatakan pihaknya bersama pemerintah kecamatan dan desa sudah mengimbau agar kedua tim kesebelasan untuk tidak bertanding sepakbola terlebih dahulu karena pertimbangan kondisi cuaca.
"Pertandingan sepakbola yang digelar itu bukan turnamen, tapi pertandingan persahabatan biasa," imbuhnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3795 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1741 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang