Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Cara Singapura Terapkan Pendidikan Agama dan Cegah Ekstremisme
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebagai negara sekuler, Singapura tidak memberikan pelajaran agama di jam sekolah mengingat agama termasuk dalam domain pribadi. Meskipun demikian, Singapura tetap memfasilitasi kelompok agama atau keyakinan.
"Kalau ada pengajaran agama di sekolah umum, itu diajarkan setelah waktu belajar normal," kata Mohamad Shamsuri Juhari, peneliti Lee Kuan Yew School of Public Policy, Universitas Nasional Singapura, saat ditemui "NU Online" pada seminar internasional di Hotel JW Marriott, Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Misal, katanya, sekolah selesai pada pukul 13.30. Maka siswa yang berminat untuk belajar agama bisa mendapatkan materi setelahnya. Hal itu juga, lanjutnya, tidak semua sekolah menyediakannya.
Selain di sekolah setelah jam pelajaran usai, pelajaran agama juga bisa didapatkan siswa di masjid dan madrasah. Madrasah di Singapura tidak seperti di Indonesia yang juga mendapat bantuan dari pemerintah. Di sana, biaya keikutsertaan di dalamnya dibebankan sepenuhnya kepada siswa.
"Madrasah masih dianggap sebagai sekolah privat bukan sekolah mainstream (utama). Sekolah mainstream itu dapat dana dari pemerintah. Makanya agama tidak diajarkan dalam normalnya. Berbeda dengan sekolah privat yang semua biaya yang dibebankan kepada siswa," jelas Shamsuri.
Dilansir nu.or.id, pendidikan antiekstrimisme diberikan melalui pendidikan kewarganegaraan. Nilai-nilai agama masuk dalam pendidikan kewarganegaraan tanpa menyebutkan istilah-istilah keagamaannya. Pelajaran yang diberikan seputar loyal terhadap negara, menjadi bangsa yang baik, menjaga harmonisme di tengah masyarakat, dan sebagainya.
"Tidak ada kalau Anda Muslim harus begini harus begitu, tidak boleh begini tidak boleh begitu. Tidak ada," tandasnya saat seminar yang digelar oleh Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan United Nations Development Program (UNDP) ini.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5946 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2633 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan