Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Emak-Emak Bikin Uang Palsu Pakai Printer dan Setrika
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seorang emak-emak ibu rumah tangga biasa di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, bisa memproduksi uang rupiah palsu berbagai pecahan.
Anehnya, emak-emak ini hanya bermodal alat sederhana dalam memproduksi uang palsu dengan jumlah cukup banyak tersebut, yakni hanya dengan menggunakan printer dan setrika.
Dalam setiap produksinya, terdapat pecahan uang asli tapi palsu alias aspal Rp100 ribu, Rp50 ribu dan Rp20 ribu.
Uang ini sengaja dibuat dengan memanfaatkan momen Ramadan dan Lebaran sebagai alat penukaran sekaligus untuk angpao. Uang hasil cetakannya ini dijual di pinggir-pinggir jalan dan disamarkan.
"Yang bersangkutan sudah dua kali ditangkap dengan kasus yang sama pada 18 Juni 2010," kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin, dikutip dari beritajatim.com, jejaring media SuaraJatim.id, Kamis (6/5/2021).
Hingga kini, Polisi masih terus mendalami dan mengembangkan kasus ini. Termasuk mencari keterlibatan oknum lain dalam bisnis uang palsu ini.
"Kita kembangkan, sejauh ini barang buktinya mencapai Rp40.060.000. Sementara kita masih dalami, ini diedarkan sendiri. Ada kemungkinan diedarkan ke luar daerah juga," ujarnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3871 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1985 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1851 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1753 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1533 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun