Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Suntikan Kedua Vaksin Pfizer, Ini 5 Efek Samping Yang Bisa Terjadi!
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebagian besar vaksin Covid-19 membutuhkan suntikan dua kali supaya efektif melawan virus corona Covid-19, tak terkecuali vaksin Pfizer yang digunakan di Inggris.
Suntikan pertama vaksin Covid-19 ini bertujuan mengatur sistem kekebalan untuk mengatasi sebagian besar infeksi, yakni sekitar 50 persen atau lebih. Sedangkan, dosis kedua vaksin Covid-19 bertujuan untuk mendorongnya lebih maksimal.
Tapi, setiap vaksin Covid-19 berkeja secara berbeda. Orang mungkin juga mengalami beberapa efek samping berbeda yang menyesuaikan tubuhnya masing-masing.
Menurut NHS (National Health Service), potensi efek samping dari suntikan kedua vaksin Pfizer, antara lain:
- Lengan terasa sakit
- Kelelahan
- Sakit kepala
- Sakit dan nyeri
- Tidak enak badan
Menurut Dr Bob Wachter, seorang dokter akademis di Universitas California, San Francisco, mengatakan vaksin melatih sistem kekebalan dan efek samping yang timbul pertanda vaksin bekerja dengan baik.
"Sistem kekebalan yang lebih kuat mungkin cenderung memiliki gejala atau efek samping akibat vaksin Covid-19 yang lebih kuat untuk memacu sistem kekebalan," kata Dr Bob dikutip dari Express.
Banyak orang tidak akan mengalami gejala yang sama. Dr Wachter mengatakan semua orang harus siap dengan semua efek sampingnya, yang menandakan vaksin bekerja dengan baik.
Tapi, apakah Anda bisa mengalami alergi pada suntikan kedua vaksin Pfizer?
Dalam kebanyakan kasus, efek samping vaksin Pfizer sama sekali tidak berbahaya dan akan hilang dalam hitungan hari. Tapi, jarang sekali orang mengalami reaksi alergi yang berbahaya pada suntikan kedua.
NHS menyarankan semua orang untuk memberi tahu dokter atau perawat bahwa mereka pernah mengalami reaksi yang siginifikan pada suntikan vaksin atau tidak.
Karena, seseorang tidak boleh suntik vaksin Covid-19 jika mengalami reaksi alergi pada suntikan sebelumnya. Gejala anafilaksis meliputi pusing, kesulitan bernapas, detak jantung cepat, kulit berkeringat, kebingungan, pingsan, dan kehilangan kesadaran.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2816 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2036 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1803 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun