Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Perjanjian Antara Mpu Kuturan-Mpu Baradah: Pulau Bali dan Jawa Tidak Bisa Disatukan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Melalui perjanjian (semaya) antara Mpu Kuturan dan Mpu Baradah terungkap awal alasan mengapa antara pulau Jawa dan Bali tidak bisa disatukan.
"Mpu Baradah yang diutus Raja Erlangga untuk menemui kakaknya Mpu Kuturan tentang rencana putra Raja Erlangga, Raden Semarajaya untuk menjadi Raja di Bali ditolak Mpu Kuturan karena di Bali sudah ada calon raja yakni saudara Raja Erlangga sendiri, Raden Anak Wungsu," ungkap pelaku spiritual IB Suamba Bhayangkara dalam diskusi 'Menelusuri Pemargan Mpu Bharada', Minggu (25/2) di Pura Tunjung Sari, Sanur, Denpasar.
Disamping itu, hal ini ditegaskannya lagi setelah keturunan Mpu Baradah, Dang Hyang Sidhimantra dengan kesaktiannya setelah menancapkan tongkat ke tanah mampu menyemburkan air hingga menjadi lautan yang memisahkan pulau Jawa dan Bali agar anaknya yang suka berjudi sabung ayam, Dang Hyang Manik Angkeran bertobat.
Dengan dasar sejarah itulah, IB Suamba menegaskan agar siapapun yang memimpin dan mengelola Bali harusnya memahami sejarah untuk menjadi pijakan dalam mengambil keputusan.
Baca juga:
Bupati Buleleng Minta STAHN Mpu Kuturan Terus Cetak Lulusan yang Profesional dan Berkualitas
Sehingga wacana untuk menghubungkan pulau Bali dan Jawa, lanjutnya, sangat tidak revelan jika ditilik dari peristiwa tersebut.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3318 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan