Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Perjanjian Antara Mpu Kuturan-Mpu Baradah: Pulau Bali dan Jawa Tidak Bisa Disatukan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Melalui perjanjian (semaya) antara Mpu Kuturan dan Mpu Baradah terungkap awal alasan mengapa antara pulau Jawa dan Bali tidak bisa disatukan.
"Mpu Baradah yang diutus Raja Erlangga untuk menemui kakaknya Mpu Kuturan tentang rencana putra Raja Erlangga, Raden Semarajaya untuk menjadi Raja di Bali ditolak Mpu Kuturan karena di Bali sudah ada calon raja yakni saudara Raja Erlangga sendiri, Raden Anak Wungsu," ungkap pelaku spiritual IB Suamba Bhayangkara dalam diskusi 'Menelusuri Pemargan Mpu Bharada', Minggu (25/2) di Pura Tunjung Sari, Sanur, Denpasar.
Disamping itu, hal ini ditegaskannya lagi setelah keturunan Mpu Baradah, Dang Hyang Sidhimantra dengan kesaktiannya setelah menancapkan tongkat ke tanah mampu menyemburkan air hingga menjadi lautan yang memisahkan pulau Jawa dan Bali agar anaknya yang suka berjudi sabung ayam, Dang Hyang Manik Angkeran bertobat.
Dengan dasar sejarah itulah, IB Suamba menegaskan agar siapapun yang memimpin dan mengelola Bali harusnya memahami sejarah untuk menjadi pijakan dalam mengambil keputusan.
Baca juga:
Bupati Buleleng Minta STAHN Mpu Kuturan Terus Cetak Lulusan yang Profesional dan Berkualitas
Sehingga wacana untuk menghubungkan pulau Bali dan Jawa, lanjutnya, sangat tidak revelan jika ditilik dari peristiwa tersebut.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan