Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Akibat Pandemi Covid-19, Amerika Serikat Terancam Krisis Boba
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pencinta "bubble tea" di Amerika Serikat akhir-akhir ini sedang mengalami kesulitan karena terjadi krisis boba akibat pandemi Covid-19.
Menyadur World Of Buzz, Senin (24/5/2021) krisis tersebut tersebut terjadi lantaran logistik untuk membuat boba terhambat akibat pandemi Covid-10 dan banyak toko boba yang tidak memiliki cukup pasokan.
Menurut laporan NPR, kelangkaan boba di Negeri Paman Sam yang telah terjadi selama berbulan-bulan karena masalah logistik.
Pengiriman logistik boba dari Asia ke Amerika Utara mengalami hambatan pemrosesan yang membuatnya tidak bisa masuk ke Amerika Serikat.
Oliver Yoon, wakil presiden penjualan dan pemasaran global untuk Boba Direct, pemasok bahan bubble tea menjelaskan bahwa hambatan tersebut terjadi di pelabuhan.
"Ada arus besar kontainer yang datang dari luar negeri karena e-commerce, hanya karena belanja konsumen, dan sayangnya, tidak cukup orang untuk membantu mengeluarkan kontainer ini dari kapal," kata Yoon dikutip dari NPR.
Kurangnya pekerja pelabuhan di pelabuhan dan kekurangan sopir membuat terhambatnya pengiriman dan itu membuat produk tertahan untuk sampai ke tangan pengecer, kata Yoon.
"Yang saya dengar dari perusahaan ekspedisi dan industri angkutan truk adalah, 'Kita semua butuh bantuan. Kita butuh pekerja tambahan,'" katanya.
Abdurahman Sharif, pemilik Chi Tea di Lombard, Ill., Pinggiran Chicago merasakan akibat terhambatnya pasokan boba tersebut.
"Dalam sebulan terakhir, setiap minggu, kami harus khawatir tentang bagaimana kami kehabisan rasa ini, tapioka ini. Kami kehabisan barang-barang ini, bahkan hingga sedotan," kata Sharif.
Sejak membuka bisnisnya delapan bulan lalu, Sharif mengatakan bahwa dia berfokus untuk membangun citra toko dan kepercayaan pelanggan.
"Setiap minggu kami harus menghilangkan rasa dari menu kami karena kami tidak memilikinya, dan kami tidak akan memakannya selama dua atau tiga minggu," katanya.
Penantian bahan mungkin lebih lama dari itu. Tebakan terbaik.
Yoon memprediksi pasokan bahan baku boba tersebut akan kembali lancar pada pertengahan musim panas. Dia mendesak orang-orang untuk bersabar.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan