Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Ini Kandungan Logam Meteor yang Melintas di Atas Gunung Merapi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Andi Pangerang, peneliti pada Pusat Sains dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan) mengatakan meteor yang melintas di atas Gunung Merapi (meteor Merapi) pada Kamis (27/5/2021) diduga memiliki kandungan logam magnesium tinggi
Ia menjelaskan bahwa pijar meteor yang kehijauan saat terbakar di atmosfer menunjukkan bahwa kandungan magnesiumnya dominan.
"Warna pijar meteor yang terbakar sangat tergantung kandungan unsur yang mendominasi batuan tersebut," tulis Andi di laman Edukasi Sains Antariksa Lapan, Sabtu (29/5/2021) dikutip dari Suara.com.
Lebih lanjut ia membeberkan bahwa warna biru kehijauan (cyan) berasal dari magnesium, lalu kalsium ditandai dengan warna violet, dan nikel ditandai dengan warna hijau yang bersinar. Sedangkan warna merah kemungkinan besar berasal dari oksigen dan nitrogen yang berada di atmosfer Bumi.
"Mengingat cahaya yang dipancarkan berwarna kehijauan, besar kemungkinan meteor yang jatuh di sekitar Merapi ini didominasi oleh unsur magnesium," ujar dia.
Sebelumnya Andi mengatakan kilatan cahaya hijau yang terekam kamera fotografer dan CCTV pemantau Merapi itu diduga kuat sebagai meteor yang terkait dua hujan meteor yang sedang terjadi, yakni hujan meteor Eta Aquarid dan Arietid.
Hujan meteor Eta Aquarid adalah yang pertama. Ia terjadi selama 19 April sampai 28 Mei, dengan intensitas rata-rata 50 meteor per jam. Fenomena langit ini bisa diamati di titik radian dekat konstelasi Aquarius.
Sementara hujan meteor Arietid aktif sejak 14 Mei sampai 24 Juni. Dengan intensitas 30 meteor per jam, peristiwa ini bisa dilihat di titik radian dekat konstelasi Aries.
Andi juga mengatakan bahwa diduga meteor itu, jika tidak habis dibakar atmosfer, jatuh di sekitar puncak Gunung Merbabu di Jawa Tengah alih-alih di sekitar Merapi.
Meski demikian, imbuh Andi, jika dilihat dari lintasan cahaya dan absennya bunyi ledakan, diduga meteor itu berukuran kecil dan habis terbakar di atmosfer.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 584 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 457 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan