Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Negara Ini, Gembong Narkoba Yang Mengejar Polisi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Anggota kartel narkoba Meksiko memang terkenal dengan keganasannya. Belakangan ini mereka bahkan menebar teror dan menargetkan petugas polisi di rumahnya sendiri.
Menyadur New York Post Senin (31/05), kartel narkoba ini berani menyiksa dan membunuh polisi yang mereka anggap sebagai 'pengganggu'. Kartel Jalisco contohnya.
Ia sudah mengumbar sumpah untuk memusnahkan anggota pasukan penegak hukum elit yang dikenal sebagai Kelompok Taktis di negara bagian Guanajuato Meksiko tengah.
AP melaporkan, mereka bahkan memiliki spanduk yang dicetak dan digantung di sebuah bangunan di kota Guanajuato yang berisi ancaman pada aparat penegak hukum.
“Jika Anda ingin perang, Anda akan mendapatkan perang. Kami telah menunjukkan bahwa kami tahu di mana Anda berada. Kami datang untuk kalian semua.”
"Untuk setiap anggota firma kami (CJNG) yang Anda tangkap, kami akan membunuh dua taktis Anda, di mana pun mereka berada, di rumah mereka, di kendaraan patroli mereka," lanjut pesan itu, mengacu pada kartel dengan inisial bahasa Spanyol.
Kartel akan menculik anggota Kelompok Taktis dan menyiksa mereka hingga menyerahkan nama dan alamat rekan mereka, menurut AP.
Pejabat belum mengonfirmasi berapa banyak petugas yang terbunuh, tapi situs berita di Guanajuato, Poplab, mengatakan setidaknya tujuh polisi tewas saat libur pada tahun 2021.
Pembunuhan terkonfirmasi yang paling baru terjadi pada 27 Mei, ketika seorang petugas diculik, dibunuh, dan tubuhnya dibuang di jalan raya.
Tapi kekerasan yang lebih mengejutkan terjadi bulan Januari, ketika preman bersenjata pergi ke rumah polisi wanita, membunuh suaminya lalu menyeret dan menyiksanya. Mereka membuang tubuhnya penuh peluru.
Menurut Poplab, rata-rata sekitar 75 petugas polisi negara bagian telah terbunuh di negara bagian Guanajuato setiap tahun sejak 2018.
Awal bulan ini, pejabat negara mengumumkan bahwa mereka akan mendanai "perlindungan" untuk mencegah kasus pembunuhan lebih lanjut.
“Kelompok kejahatan yang terorganisir muncul di rumah polisi, yang menimbulkan ancaman dan risiko kehilangan nyawa yang lebih besar, tidak hanya untuk mereka tapi untuk keluarga mereka.”
"Mereka terpaksa segera meninggalkan rumah dan pindah, sehingga kelompok kejahatan terorganisir tidak dapat menemukan mereka."(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6032 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4701 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2669 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2360 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2249 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan