Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Keracunan Desinfektan: Belasan Napi Wanita Lapas Kerobokan Dirawat, 2 Cuci Darah, 1 Tewas
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Diduga karena meminum disenfektan yang dicampur minuman serbuk kemasan, belasan Warga Binaan Lapas Kelas II A Kerobokan dirujuk ke RSUP Sanglah.
Kepala IGD. RSUP. Sanglah, dr. I Made Mulyawan Sp.B-KBD dalam siaran video pada Jumat (11/6) menerangkan bahwa selama dua hari berturut-turut, yakni Kamis 10 Juni dan Jumat 11 Juni 2021, RSUP Sanglah menerima 19 rujukan pasien dari Lapas Kerobokan.
"Tanggal 10 masuk sekitar pukul 15.30 WITA, tanggal 11 sekitar pukul 11.00 WITA ini masuk lagi," ujar dr. Mulyawan.
Pada hari pertama dirujuk sebanyak empat orang, seorang dari mereka meninggal dunia, dua lainnya menjalani cuci darah dan seorang dirawat di IGD. Saat ini 18 lainnya masih menjalani observasi di IGD RSUP Sanglah.
Saat dirujuk, dr. Mulyawan mengatakan pasien mengalami kendala kesehatan yang bervariasi. Dia menambahkan, mereka yang dirujuk berusia 21 tahun hingga 30 tahun. Seperti pusing, nyeri kepala, sesak, mual dan pengelihatan kabur.
Terhadap mereka, petugas telah melakukan pertolongan pertama. Terhadap pasien dengan keluhan yang lebih serius, dilakukan cuci darah.
"Mereka kami observasi dulu sampai kita ketahui apa penyebabnya," ungkap dr. Mulyawan.
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 931 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 884 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 802 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 479 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 402 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun