Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 3 Juli 2026
Aliran Air Hujan Terjang Sawah dan Rusak Pondok Warga Manggis Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Sejumlah bangunan semi permanen milik warga di wilayah Banjar Lebah, Desa Antiga, Manggis, Karangasem mengalami kerusakan akibat terjangan aliran air hujan yang mengalir dari kawasan perbukitan.
Salah seorang warga I Gede Simpen saat dihubungi pada Kamis (17/06/2021) menuturkan, aliran air menerjang pemukiman warga diperkirakan terjadi sekitar pukul 01.00 WITA dini hari.
Padahal, hujan di wilayahnya tidak begitu deras, hanya saja diduga hujan deras terjadi di wilayah puncak bukit mengalir ke bawah dan menuju ke pemukiman yang mengakibatkan sejumlah bangunan semi permanen mengalami kerusakan. Hewan peliharaan warga juga nyaris hilang tersapu aliran air.
"Air mengalir dari atas perbukitan, karena intensitas air cukup besar sehingga air menerobos keluar jalur alur sungai dan masuk ke wilayah pemukiman," ujarnya.
Sementara itu, kondisi serupa juga terjadi wilayah Desa Gegelang, di sana akibat luapan banjir air hujan puluhan are tanaman padi di lahan sawah milik warga terancam gagal panen.
Seperti lahan sawah milik salah satu petani, I Ketut Sabo, dimana sekitar 40 are lahan sawahnya diterjang derasnya aliran banjir. Selain sawah, pondok yang yang sering digunakan sebagai tempat beristirahat di areal sawahnya juga ikut rusak akibat terjangan arus.
"Baru kali ini hujan deras sampai mengakibatkan banjir seperti ini sampai menghancurkan sawah dan pondok saya," ujarnya.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1068 Kali
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 668 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 382 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun