Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 14 Juni 2026
Pasien Covid-19 Terus Bertambah, Rumah Sakit Kewalahan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pasien Covid-19 di RSUD Syarifa Ambami Ratoh Ebu (Syamrabu) Bangkalan, Madura terus bertambah. Ketersediaan ruang perawatan diklaim hampir penuh dan tenaga kesehatan yang minim bikin kewalahan.
Direktur RSUD Syamrabu, dr. Nunuk Kristiani mengatakan, Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat penggunaan tempat tidur (ranjang) khusus pasien Covid-19 telah mencapai 77 persen dari total kapasitas.
“Iya BOR rumah sakit sudah mencapai 77 persen, dari jumlah itu rinciannya 168 diruang perawatan dan 8 pasien di ICU,” katanya, Kamis (17/6/2021).
Kekinian, lanjut dia, kapasitas ruang perawatan Covid-19 menyentuh angka 216. Jumlah itu meningkat dibandingkan sebelumnya, sejumlah 150 tempat tidur.
Hampir penuhnya ranjang pasien Covid-19 itu juga dipicu pasien tidak berkenan dirujuk ke rumah sakit yang ada di Surabaya. Pasien lebih memilih dirawat di RSUD Syamrabu, lantaran lebih dekat.
“Akibatnya, di IGD sendiri terjadi antrian untuk masuk. Jadi pasien yang sudah negatif ataupun sudah bisa rawat jalan akan dipulangkan untuk isolasi mandiri (isoman) sehingga pasien lain bisa masuk,” tambahnya.
Nunuk juga menyebut saat ini pihaknya membutuhkan tambahan tenaga kesehatan. Sebab, sebanyak 35 nakes RSUD Syamrabu masih dalam perawatan akibat Covid-19.
“Kita buka rekrtumen dan ada 40 perawat dan 3 analis medis sudah masuk. Kami masih butuh beberapa tenaga lain salah satunya tenaga radiografer,” tutupnya.
Sekadar informasi. Pemerintah Kabupaten Bangkalan juga telah menyiapkan gedung asrama di Universitas Trunojoyo Madura untuk digunakan sebagai rumah isolasi. Tak hanya itu, RS darurat di BPWS kaki suramadu juga tengah disiapkan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Kasus Penjualan Gading Gajah di Tampaksiring Masuk Tahap Penuntutan
Dibaca: 1015 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli