Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Korupsi Rp200 Juta, Kadis Pariwisata Jembrana Ditahan Kejaksaan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana Nengah Alit ditahan Kejaksaan Negeri Jembrana pada Rabu (23/06/2021) karena kasus dugaan penyelewengan dana bantuan hiasan kerbau (rumbing) Tahun 2018 dengan nilai kerugian negara mencapai Rp200 juta.
Selain Kadis Alit, Kejari Jembrana juga menahan seorang wiraswasta yang diduga sebagai perantara kasus tersebut. Sebelum dilimpahkan ke tahap 2 ke Kejaksaan, kasus ini ditangani oleh Unit Tipidkor Satreskrim Polres Jembrana.
Khusus tersangka wiraswasta tersebut penahanannya masih dititipkan di Polsek Mendoyo. Kasipidsus Kejari Jembrana Gusti Ngurah Arya Surya Diatmika mengatakan, kasus dugaan korupsi pengadaan rumbing tersebut diselidiki Polres Jembrana.
Pihaknya menerima pelimpahan tahap dua dari penyidik setelah berkas perkara tersangka atas nama Nengah Alit dan I Ketut Kurnia Artawan dinyatakan lengkap, sehingga dilanjutkan dengan pelimpahan berkas, barang bukti dan tersangka kepada Kejari Jembrana.
Dugaan korupsi pengadaan rumbing ini merupakan anggaran dari dana alokasi umum bantuan keuangan pajak hotel dan restoran Kabupaten badung tahun 2018 lalu. Dalam kasus ini Peran kedua tersangka berbeda beda.
Untuk tersangka Nengah Alit sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang melakukan pengadaan rumbing. Dan tersangka I Ketut Kurnia Artawan, pihak ketiga yang berperan sebagai perantara.
Keduanya diduga melakukan korupsi lantaran pengadaan rumbing tersebut yang anggarannya sebesar Rp300 juta, pengadaannya tidak sesuai dengan kontrak kerja.
Anggaran tersebut semestinya digunakan untuk pengadaan barang, akan tetapi hanya melakukan perbaikan barang yang sudah ada. Kerugian negara yang ditimbulkan dari tindak pidana korupsi tersebut sebesar Rp200 juta lebih. Karena berdasarkan pemeriksaan keuangan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), perbaikan rumbing hanya menghabiskan Rp12 juta.
Sedangkan dalam perjanjian kerja anggaran sebesar Rp300 juta semestinya untuk pengadaan barang, bukan hanya perbaikan. Dua orang tersangka diduga bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi sehingga dijerat dengan pasal 2 undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
“Untuk kasus ini Kejaksaan Negeri Jembrana sudah menyiapkan 6 orang JPU. Dan dari berkas yang kami terima, sebagian besar dana diterima oleh tersangka Artawan. Tetapi lebih lanjut akan kami buktikan di persidangan nanti,” terangnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2024 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun