Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Gunakan Indikator Simpel Ini untuk Mengukur Keefektifan Belajar Siswa
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pembelajaran jarak jauh seperti yang dilakukan sekarang ini banyak sekali tantangan yang perlu ditaklukkan.
Oleh sebab itulah, seorang guru juga perlu mengukur tingkat keefektifan proses pembelajaran yang dilakukan selama ini. Jangan sampai, usaha yang dilakukan tidak memberikan hasil seperti yang diinginkan.
Apalagi bulan Mei 2021 ini bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas. Tidak hanya sebagai perayaan tahunan saja, namun juga bisa menjadi momentum untuk refleksi diri apakah proses pembelajaran yang disampaikan selama ini efektif atau tidak.
Ada banyak sekali indikator yang bisa dilihat untuk mengukur keefektifan belajar siswa. Menurut Robert E. Slavin, seorang psikolog Amerika yang selama ini mempelajari masalah pendidikan dan akademis, ada empat indikator untuk mengukur keefektifan pembelajaran.
1. Kualitas Pembelajaran
Kualitas pembelajaran atau quality of insurance dilihat dari seberapa besar informasi yang diberikan sehingga para siswa atau murid dapat dengan mudah mempelajarinya. Secara mudahnya, para murid akan mudah mengolah informasi sehingga tingkat kesalahannya jadi kecil. Nah, jika tingkat kesalahan kecil, maka dinilai pembelajaran yang dilakukan efektif.
2. Kesesuaian Tingkat Pembelajaran
Kedua yang dilihat adalah kesesuaian tingkat pembelajaran atau appropriate level of instruction. Yakni sejauh mana guru atau tenaga didik memastikan tingkat kesiapan belajar murid atau peserta didik saat kurangnya respon positif dari siswa saat pembelajaran berlangsung.
3. Insentif
Ketiga adalah faktor insentif. Hal ini diukur pada seberapa besar usaha guru untuk memotivasi murid atau siswa untuk menyelesaikan berbagai materi atau tugas yang diberikan. Semakin besar motivasi yang diberikan, maka semakin besar pula keefektifan siswa untuk menyelesaikan pembelajaran.
4. Waktu
Keempat atau terakhir adalah time atau waktu. Seberapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proses pembelajaran. Nantinya, proses pembelajaran akan dinilai semakin efektif saat siswa bisa menyelesaikan pelajaran atau tugas sesuai dengan waktu yang telah ditentukan sebelumnya.
Supaya pembelajaran bisa berlangsung efektif, seorang guru atau tenaga pendidik perlu sekali terus meningkatkan skill yang dimiliki. Salah satunya adalah bergabung dengan Guru Binar. Bagi Anda yang kurang familiar dengan Guru Binar, ini merupakan sebuah platform yang bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas atau kompetensi seorang guru sehingga bisa membuat pembelajaran semakin efektif.
Nantinya, di Guru Binar para tenaga didik bisa mengikuti berbagai kelas daring dengan berbagai tema yang jumlahnya mencapai puluhan banyaknya. Mulai dari belajar jarak jauh, penggunaan zoom, penyusunan RPP, dan masih banyak lagi lainnya.
Cara bergabung ke Guru Binar sangat mudah sekali.
1. Membuat akun di Guru Binar
2. Memilih pelatihan yang akan diikuti
3. Mengikuti dan menyelesaikan pelatihan
4. Mendapatkan review dari fasilitator
5. Mengunduh sertifikat
Tenang saja ya, Guru Binar merupakan lembaga yang terpercaya dan telah berkolaborasi dengan berbagai sekolah dan juga organisasi di Tanah Air. Mulai dari Djarum Foundation, Kementerian Perindustrian, Cambridge Assessment Internasional Education, dan lain sebagainya.
Selain itu yang lebih menggiurkan lagi, harga paket yang ditawarkan oleh Guru Binar sangat terjangkau. Anda tidak perlu merogoh uang yang dalam untuk mempertajam skill mengajar.
Tersedia banyak sekali pilihan program yang bisa diikuti. Seperti program Guru Merdeka durasi 2 minggu dengan pilihan jam pelajaran 10 jam atau 12 jam. Guru memiliki kebebasan memilih waktu pelatihan dan akan tetap didampingi secara daring oleh fasilitator. Program pelatihan yang akan didapatkan focks pada topik pilihan bervariasi yang pastinya bisa mendukung performa dan kinerja guru. Pelatihan seperti pengembangan karir, pendalaman opsi karir hingga materi strategi dan cara menyusun perancangan media belajar berbasis VR.
Semua materi tersebut akan sangat mendukung dalam peningkatan hard skill dan soft skill guru sehingga meningkatkan kompetensi guru dan memperluas kesempatan pengembangan karir guru. Guru yang mengikuti program akan mendapatkan akses sertifikat dan portofolio pelatihan.
Nah, itulah indikator keefektifan belajar menurut Slavin yang bisa Anda coba untuk cari tahu. Apakah proses pembelajaran selama ini yang dilakukan sudah ke arah yang tepat atau belum. Jika belum, coba cari metode lainnya untuk membuat proses belajar mengajar jadi lebih menyenangkan, memberikan hasil yang diharapkan.
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4512 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2328 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1973 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1597 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun