Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Sempat Dinyatakan Hilang, Pesawat Ini Ditemukan Hancur
BERITABALI.COM, DUNIA.
Insiden kecelakaan pesawat kembali terjadi, kali ini peristiwa mengerikan itu menimpa sebuah pesawat AN-26 milik Rusia. Sempat dinyatakan hilang, pesawat itu ditemukan tinggal puing-puing di sebuah wilayah pegunungan, atau tak jauh dari lokasi bandara seharusnya pesawat itu mendarat.
Menyadur laman Anadolu, puing-puing pesawat yang hilang pada Selasa (6/7/2021) pagi waktu setempat, di wilayah Kamchatka Timur Jauh, Rusia, telah ditemukan di dekat bandara tempat pesawat itu seharusnya mendarat, kata para pejabat.
Namun demikian, belum ada laporan resmi terkait para penumpang dari pesawat nahas itu. Di mana tidak ada laporan awal mengenai korban selamat, karena pihak berwenang menemukan puing-puing sekitar lima kilometer atau tiga mil dari bandara di pemukiman Palana.
Pesawat nahas itu diketahui mengangkut 29 orang itu menabrak sebuah bukit, kata pihak berwenang.
Pesawat itu awalnya diyakini jatuh ke laut dan kapal-kapal dikirim ke lokasi untuk mencari. Dua helikopter dan satu pesawat penyelamat juga dikerahkan, bersama dengan sekelompok penyelamat di darat.
Laporan terbaru menyatakan pesawat tersebut pecah menjadi dua bagian, satu bagian jatuh ke laut dan satu lagi di darat.
Pesawat Kamchatka Aviation Enterprise sedang dalam perjalanan menuju Palana dari kota Petropavlovsk-Kamchatsky ketika pesawat itu dinyatakan hilang, menurut Kantor Kejaksaan Transportasi Timur Jauh.
Perusahaan mengatakan pesawat tersebut dalam kondisi baik sebelum terbang.
Laporan awal menunjukkan pesawat tidak merespon tepat waktu pada saat harus berkomunikasi, dan koneksinya terputus ketika jarak pesawat 10 kilometer (6,2 mil) dari bandara Palana, tambah pejabat tersebut.
Menurut Kantor Kejaksaan, ada enam orang awak pesawat dan 23 penumpang di dalam pesawat itu, kebanyakan dari mereka adalah penduduk Palana, termasuk kepala pemukiman Olga Mokhireva dan beberapa pejabat lokal lainnya.
Badan Transportasi Federal Rusia (Rosaviation) mengatakan pesawat itu terbang dalam kondisi cuaca yang sulit, yang mungkin menyebabkan kecelakaan. Kesalahan pilot juga diduga menjadi penyebab lainnya.
Lembaga cuaca mengkonfirmasi ada tutupan awan di rute pesawat pada ketinggian 300-600 meter (sekitar 985-1.970 kaki), meskipun visibilitas horizontal tetap baik dan angin lemah.
Pesawat AN-26 yang hilang ini mulai digunakan pada tahun 1982 dan dijadwalkan dipensiunkan pada 30 Agustus 2021.
Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin telah memerintahkan pembentukan komisi untuk menyelidiki insiden ini.
Komite Investigasi Timur Jauh juga telah membuka kasus pidana atas kemungkinan pelanggaran aturan keselamatan transportasi.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2290 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan