Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pemerintah Fiji Tegaskan Warganya: Tidak Vaksin, Tak Kerja
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintah Fiji mewajibkan vaksin virus corona bagi semua pekerja di negaranya demi memerangi Covid-19 varian Delta. Perdana Menteri bahkan mengatakan orang yang tak divaksin, tak boleh bekerja.
"Tidak vaksin, tak ada pekerjaan," jelas PM Fiji, Frank Bainimarama, menyadur ABC News Jumat (09/07).
Bainimarama mengatakan semua pegawai negeri di negara itu harus cuti jika belum mendapat vaksin pertama pada 15 Agustus. PNS akan dipecat jika tidak menerima suntikan kedua pada 1 November.
Karyawan sektor swasta harus mendapatkan suntikan pertama pada 1 Agustus dan individu akan menghadapi denda besar jika menolak vaksin. Tak sampai di situ, perusahaan juga terancam ditutup jika lalai.
"Tidak ada suntikan, tidak ada pekerjaan - itulah yang paling aman berdasarkan ilmu pengetahuan dan itu sekarang itu ditegakkan melalui hukum," kata Bainimarama dalam pidato nasional Kamis malam.
"Tidak masalah jika Anda adalah CEO sebuah perusahaan, pedagang tunggal, atau karyawan yang digaji - Anda harus divaksinasi untuk terus bekerja atau bisnis akan berisiko ditutup."
Kebijakan garis keras itu muncul karena masyarakat abai tentang jarak sosial dan pemakaian masker. Pemerintah yakin, ini adalah alasan kuat di balik besarnya lonjakan infeksi.
Hingga April, negara Pasifik Selatan berpenduduk 930.000 orang itu tidak mencatat kasus komunitas selama setahun. Namun sejak penyebaran varian Delta pertama kali terdeteksi di negara itu, tercatat lebih dari 700 kasus baru sehari.
Penguncian keras tidak bisa diterapkan di seluruh Fiji dan kapasitas kamar mayat di rumah sakit terbesar mulai penuh.
Bainimarama menolak seruan untuk mengunci seluruh negara, dengan alasan biaya ekonomi dan kepraktisan menegakkan langkah seperti itu di pemukiman liar yang padat penduduk.
"Penguncian keras, seperti yang diminta beberapa orang, tidak dapat ditegakkan secara ketat di Fiji dan para ahli memberitahu itu tidak akan membunuh virus," katanya.
"Tapi itu akan membunuh pekerjaan dan itu bisa membunuh masa depan negara kita."
Sebaliknya, Bainimarama telah memberlakukan penguncian lokal di titik-titik infeksi, termasuk ibu kota Suva, sambil meluncurkan vaksin AstraZeneca.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2617 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan