Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Bukan Sembako, Ini Alasan Badung Siapkan BLT bagi Warganya
BERITABALI.COM, BADUNG.
Di tengah penerapan PPKM Darurat, Kabupaten Badung sedang merumuskan dan melaksanakan refocusing anggaran guna mengalokasikan Bantuan Tidak Terduga (BTT).
Nantinya, anggaran tersbut akan diperuntukan bagi Rumah Sakit (RS) dan memberikan Batuan Langsung Tunai (BLT) langsung menyasar warga Badung ke rumah-rumah.
"Ini kami siapkan bagaimana kita dapat merumuskan dan melaksanakan refocusing guna membuat dana Bantuan Tidak Terduga (BTT)," ungkap Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, Kamis (15/7) usai rapat paripurna di Badung.
Bantuan tersebut, lanjutnya akan diperuntukan mulai untuk Rumah sakit dalam penanganan covid-19, khususnya ketersedian ruangan ICU, oksigen, hingga tempat tidur pasien bagi masyarakat Badung jika seandainya ada suatu hal tidak diinginkan terjadi. Selain itu, Kabupaten Badung juga memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warga Badung.
Ia menyebut alasan Pemerintah Kabupaten Badung tidak memberikan bantuan berupa sembako karena dinlai akan menimbulkan kerumunan. Untuk itu, kata dia, ia mengintruksikan kepada Kelian Banjar, Kelian Dinas, Camat, Lurah, Prebekel maupun Kepala Lingkungan agar bantuang uang tunai tersebut langsung dibawa ke rumah masing-masing masyarakat.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4515 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2330 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1977 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1600 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun