Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 12 Juni 2026
Manfaat Madu Kele-kele bagi Vitalitas Tubuh
BERITABALI.COM, BADUNG.
Banyak cara dilakukan dalam menjaga vitalitas kesehatan tubuh di tengah merebaknya Pandemi Covid-19. Salah satunya madu dihasilkan dari Trigona atau Jenis lebah tanpa sengat (Kele-kele) yang alami mampu menjaga kesehatan tubuh.
"Ya, memang madu ini sangat alami dan saya rasa dapat ikut menjaga vitalitas tubuh atau menjaga kesehatan," jelas salah satu peternak Trigona, I Wayan Winarsa, Banjar Tengah, Desa Sibang Kaja, belum lama ini Selasa (13/7).
Apalagi dalam kondisi saat ini, menurutnya, tentu jika kesehatan tubuh tidak dijaga dengan baik tentu vitalitas ikut menurun.
"Mungkin minum madu Kele-Kele ini sedikit tidaknya dapat membantu tubuh agar bugar," katanya.
Menurutnya, ada beberapa cara meminum madu Kele-kele dintaranya dapat diminum langsung satu sendok makan atau dicampur dengan satu gelas berisi air hangat.
"Misalnya langsung diminum tanpa air hangat atau dicampurkan madu ke dalam 150 cc air hangat bukan panas diaduk kemudian dapat langsung diminum. Cukup dalam sehari dapat minum satu atau dua kali dalam sehari, pagi dan malam hari sekali," sebutnya.
Untuk rasa dari madu hasil lebah jenis Kele-kele memang sangat berbeda dengan madu dihasilkan lebah madu karena rasa dari madu Kele-kele memiliki rasa agak kecut.
"Rasanya percis seperti lemon. Ada sedikit rasa kecut dikeluarkan dari cita rasa madu tersebut," cetusnya.
Bagi yang berminat, Winarsa menyarankan agar dapat langsung datang dan membeli ke rumah masing-masing peternak. Hal tersebut penting agar benar-benar mendapatkan madu asli yang memang dihasilkan dari lebah Kele-kele tersebut. Selain itu, dengan begitu akan tidak terkontaminasi zat lainnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli