Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 12 Juni 2026
36,4 Persen Warga Indonesia Menolak Divaksinasi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil surveinya mengenai sikap publik terhadap program vaksin yang tengah dijalankan oleh pemerintah. Hasilnya, mayoritas responden percaya dan bersedia divaksinasi. Namun, masih ada pula yang menolak divaksinasi.
Survei ini menggunakan metode simple random sampling. Ada 1.200 responden yang dipilih secara acak dan ditelepon langsung oleh LSI. Toleransi kesalahan toleransi atau margin of error survei ini sekitar ± 2,88 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Dari hasil survei yang dilakukan LSI, 63.6 persen responden bersedia untuk divaksin, namun ada sekitar 36,4 persen responden tidak bersedia untuk divaksin.
"Alasan paling banyak mengapa orang tidak bersedia divaksin adalah karena takut dengan efek sampingnya, kemudian karena menilai vaksin tidak efektif, dan merasa tidak membutuhkan vaksin karena sehat," sebut hasil survei LSI yang dikutip, Minggu (18/7/2021).
Tak hanya itu, dari hasil survei tersebut juga diketahui mayoritas warga juga menilai bahwa anggaran negara untuk pengadaan vaksin ini berpotensi disalahgunakan, dan cukup banyak yang tidak yakin pemerintah bisa menjamin penggunaan anggaran vaksin agar tidak dikorupsi.
Selain itu, program vaksin dinilai tepat sasaran oleh mayoritas warga, dan warga juga setuju dengan program vaksin prioritas untuk tenaga kesehatan, lansia, pekerja publik, pedagang pasar, guru/dosen, dan wartawan.
"Namun, cukup banyak warga yang menilai bahwa vaksin sulit didapat oleh sebagian orang karena alasan domisili (bukan perkotaan) dan status sosial dan ekonomi," sebutnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli