Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pandemi, Masyarakat Miskin di Tabanan Meningkat 122.755 Jiwa

Kamis, 22 Juli 2021, 21:35 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tabanan, I Nyoman Gede Gunawan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Pandemi Covid-19 pada tahun ini menambah masyarakat miskin di Tabanan. Jumlah ini terdata melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang mengalami peningkatan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tabanan, I Nyoman Gede Gunawan saat dikonfirmasi Kamis (22/7) mengungkapkan, pendataan menyangkut tingkat kesejahteraan ini melalui mekanisme steak and gi atau sistem informasi kesejahteraan sosial nik generator yang dikelola oleh Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin Kesos) dari Kementerian Sosial (Kemensos). Hasil dari pendataan tersebut akan dilakukan finalisasi setiap enam bulan sekali.

“Finalisasi tersebut merupakan usulan dari kami lewat steak and gi. Dari finalisasi tersebut keluarlah data DTKS oleh Kemensos,” ujarnya. 

Pada Januari 2020 hingga Oktober tahun yang sama, DTKS di Kabupaten Tabanan adalah 31.431 rumah tangga dengan jumlah 118.759 jiwa. 

Sejak finalisasi terakhir di Oktober 2020 hingga April 2021 jumlah DTKS masyarakat di Kabupaten Tabanan ini meningkat menjadi di angka 33.825 rumah tangga dengan 122.755 anggota rumah tangga atau jiwa.

“Sekarang ini kami sudah mengajukan kembali melalui mekanisme steak and gi yang sekaligus merupakan usulan dari sejumlah desa. Tapi hasil finalisasi tersebut belum keluar datanya,” ujarnya.

Peningkatan DTKS dan juga pengusulan kembali ini sebagai akibat dampak pandemi Covid-19, dimana usulan tersebut bersifat dinamis sesuai kondisi masyarakat saat itu. Acuannya dengan mengukur 40 persen masyarakat yang hidup di bawah standar.

Sementara itu, lanjut Gunawan, masyarakat miskin di Kabupaten Tabanan sudah mendapatkan bantuan melalui program bantuan dari pemerintah. 

Melalui Program Keluarga Harapan (PKH) yang jumlahnya mencapai 12.032 penerima manfaat, Program Sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) penyalurannya menyasar 18.056. Lanjut Bantuan Sosial Tunai (BST) dengan sasaran penerima 15.972, serta melalui program Penerima Bantuan Iuran (PBI) menyasar 73.324 penerima manfaat. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/tab



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami