Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Luhut Beri Waktu Bali Seminggu Perbaiki Penanganan Covid-19
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi atau Menko Marves RI, Luhut Binsar Pandjaitan mengunjungi Bali untuk meninjau pelaksanaan isolasi terpusat dan vaksinasi, pada Kamis (12/8).
Ia berkunjung ke Kabupaten Buleleng, Badung dan Kota Denpasar. Dari hasil pengamatan tersebut, dia menilai Bali belum menunjukkan kekebalan kelompok meski capaian vaksinasi relatif tinggi. Menurutnya kondisi itu disebabkan penanganan pandemi yang belum optimal, yakni terkait vaksinasi dan layanan isolasi terpusat.
"Kuncinya untuk Bali itu cuma satu. Kalau vaksinasi sudah sangat baik, kedua itu masalah isoter. Jadi supaya sebanyak-banyaknya yang kena itu masuk di isoter. Karena isoter Buleleng itu, sekian ratus yang sudah keluar, ngga ada satupun yang meninggal," ujarnya yang diwawancarai saat meninjau vaksinasi di Wantilan DPRD Provinsi Bali, Denpasar.
Hal lain yang perlu dibenahi Bali, yakni tracing dan testing. Menurutnya tracing dan testing di Bali tergolong kurang. Dengan capaian vaksinasi di Bali yang mencapai 90 persen, dia menilai pengendalian virus di Bali mestinya sudah baik.
Dia telah menyampaikan kondisi tersebut dan berikut usulan agar segera dilakukan perbaikan.
"Kami sudah lihat, isoter jadi kunci. Jadi mengurangi yang klaster keluarga," ungkapnya.
Acara keagamaan di Bali juga ia nilai harus diredam sementara. Sebab dengan tambahan kasus positif di atas 1.000, potensial menjadi klaster baru. "Saya pikir, ini diperbaiki dia akan bagus," celetuknya.
Menurutnya layanan isolasi terpusat yang digelar pemerintah telah memiliki standar yang layak. Obat, oksigen, dokter dan tempat olahraga telah disediakan di tempat isolasi terpusat.
Terkait evaluasi penanganan Covid-19 di Bali, dia memberi waktu seminggu kepada pemerintah daerah. Menurutnya penanganan pandemi disebutnya juga memberi pengaruh kepada minat wisatawan berkunjung ke Bali.
"Dimana-mana juga kalau sudah 90 persen divaksin, mestinya relatif stabil, tidak bilang habis Covid-19 nya, tapi tingkat kematian menurun, infeksi menurun, itu akan kelihatan. Jadi Bali ini belum kelihatan," tegasnya.
"Satu minggu ke depan harus ada perbaikan. Kalau tempat lain bisa, kok di sini tidak bisa, berarti temen-temen di Bali ini tidak mengurus kepercayaan orang luar datang ke Bali," pungkasnya.
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5955 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2647 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2297 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan