Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Bocah Tewas Tenggelam di Wisata Air Terjun
BERITABALI.COM, NTB.
Seorang bocah berusia 4,5 tahun atas nama Haris Athar tewas tenggelam di wisata air terjun Babak Pelangi Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, Sabtu (14/8).
Kapolsek Batukliang Utara, Iptu Sri Bagyo mengungkapkan, Haris Athar sebelumnya datang ke air terjun Babak Pelangi bersama ibunya, Meti Nurhasanah (30 tahun) dan kakaknya korban Abdul Hafiz Maulana (10 tahun). Mereka kemudian mandi bersama di kolam air terjun.
"Korban bersama ibunya sempat naik dari kolam karena merasa kedinginan dan sekaligus makan siang bersama," kata Kapolsek, Minggu (15/8).
Saat memasuki waktu Ashar, ibu korban hendak salat dan meninggalkan anaknya mandi di kolam bersama kakaknya Abdul Hafiz Maulana. Setelah salat Ashar, warga Dusun Pancor Dao Desa Aik Darek Kecamatan Batukliang tersebut kaget tidak menemukan anaknya di sekitar kolam pemandian.
Dia bersama kakak korban berusaha melakukan pencarian namun tidak kunjung bertemu. Setelah mencari ke semua tempat, kakak korban kemudian memberitahukan ibunya bahwa adiknya Haris Athar berada di dasar kolam.
Tanpa pikir panjang, ibu korban melompat ke kolam berusaha menyelamatkan anaknya. Namun karena sang ibu tidak bisa berenang, dia gagal mendapatkan anaknya yang sudah tenggelam di dasar kolam.
Tubuh korban kemudian berhasil dievakuasi oleh pengunjung lain yang masih berada di sekitar air terjun dan langsung membawa anaknya ke Pustu Desa Lantan untuk mendapatkan pertolongan. Namun, Haris Athar dinyatakan telah meninggal dunia.
Kapolsek menjelaskan, sekitar pukul 17.50 Wita, korban akhirnya dibawa pulang ke rumah duka di Dusun Pancor Dao 1 Desa Aik Darek. Sekitar pukul 22.10 WITA, Anggota Polsek BKU berkunjung ke rumah duka bersama Piket PKM Aik Darek untuk melakukan visum kepada korban. Polisi tidak menemukan adanya luka di tubuh korban.
Kapolsek menegaskan, pihaknya melakukan upaya mediasi antara pihak keluarga korban dan pengelola wisata Air Babak Pelangi Lantan. Pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi karena menganggap kejadian itu sebagai musibah yang diterima secara ikhlas.
"Pihak pengelola juga bersedia memberikan uang duka yang diminta tersebut dan meminta maaf atas kejadian yang dialami korban," tandasnya.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5893 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4622 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2232 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan