Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Viral Kades Nyaris Jotos Petugas
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kepala Desa Kebonagung, Ngampel, Kabupaten Kendal berinisial WD tak terima pentas musik peringatan 17 Agustus yang digelar di desanya dibubarkan kepolisian.
Kades itu tidak mengindahkan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Satgas Covid-19 hingga nyaris berujung adu jotos dengan petugas. Aksi kades yang melawan saat ditertibkan petugas itu terekam dalam video hingga viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, tampak WD berada di atas pentas menolak ditertibkan oleh sejumlah petugas. Sejumlah kepolisian naik ke atas pentas berusaha memberikan penjelasan agar pentas tersebut diakhiri karena berisiko tinggi terjadi penularan Covid-19.
Namun, bukannya menaati imbauan, WD yang tampak emosi tampak menantang anggota polisi yang ada di atas pentas tersebut. Keduanya nyaris terlibat adu jotos di atas pentas dan disaksikan oleh warga desa tersebut. Warga yang menyaksikan insiden tersebut langsung berteriak hendak membantu kades mereka, namun langsung dicegah polisi.
"Hey diam kamu, ini urusan pemerintah," ujar seorang petugas ke warga.
"Pemimpinku itu," teriak salah seorang warga.
Dalam video itu, tampak warga yang berkerumun di sekitar pentas tampak tidak mengenakan masker. Mereka juga tidak menghiraukan anjuran untuk menjaga jarak. Hingga berita ini dipublikasikan, Suara.com masih mencoba menghubungi pihak kepolisian guna mengonfirmasi video viral tersebut.
Video tersebut langsung viral di media sosial dan menjadi sorotan publik. Beragam komentar dari warganet langsung berdatangan mengomentari aksi nekat si kades.
"Kades kok kayak gitu, kasih contoh tak baik. Pecat saja," kata seorang warganet.
"Harusnya bapak Kepala Desa atau Lurah menjadi contoh dalam pemberlakuan ppkm level 4 yang masih berlaku di Jawa Bali dan daerah luar Jawa yang lain tidak diperbolehkan melaksanakan Pagelaran Acara yang memunculkan kerumunan orang di tengah Pandemi," timpal warganet lain.
"Warga sudah ingin hidup normal," balas warganet lainnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan