Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Wanita Ini Bakar Seragam Karena Takut Ditangkap Taliban
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang wanita Afghanistan yang bergabung dengan militer 10 tahun lalu kini membakar seragam kebanggaannya karena takut dibunuh di bawah rezim baru Taliban. Menyadur New Yprk Post Senin (23/08), Kubra Behroz yang kini berusia 33 tahun tertarik menjadi perwira karena banyak wanita lain melakukan hal yang sama pada tahun 2011.
“Saya tidak ingin dimiliki oleh siapa pun. Saya ingin berdiri di atas kaki saya sendiri,” kata Behroz tentang keputusannya 10 tahun lalu.
“Saya mencintai negara saya dan kami adalah generasi berikutnya dari Afghanistan yang mengambil langkah ke dunia modern.”
Tapi setelah Taliban merebut kekuasaan dengan menggulingkan pemerintah di Kabul, ibu dua anak itu takut akan keselamatannya. “Saya takut diculik, dipenjara dan diperkosa karena menjadi tentara. Saya takut untuk masa depan saya dan untuk keluarga saya,” kata Behroz.
Ia menambahkan bahwa rekan-rekan seperjuangannya telah mengeluarkan peringatan yang mengerikan. "Mereka mengatakan Taliban akan memenggal kepala kami jika mereka menemukan kami," katanya kepada Telegraph. Saudara laki-lakinya yang terluka minggu lalu selama pertempuran di provinsi Ghazi mengatakan dua wanita dipenggal karena menjadi polisi empat tahun lalu.
Behroz dilatih selama enam bulan oleh instruktur Amerika, Inggris, dan Yordania di Akademi Perwira Nasional Angkatan Darat Afghanistan yang dijuluki "Sandhurst in the Sand," referensi ke Inggris akademi.
“Ini adalah negara Islam dan kami membutuhkan tentara dan polisi wanita untuk melakukan penggeledahan rumah dan tubuh. Laki-laki tidak diperbolehkan melakukan itu di sini,” katanya.
Behroz kini menghadapi peningkatan ancaman dan panggilan telepon anonim dalam beberapa pekan terakhir.
“Mereka berbicara dalam bahasa Pashto dan kemudian Dari dan memberi tahu saya bahwa mereka tahu bagaimana menemukan saya,” katanya.
“Mereka akan membunuh saya dan keluarga saya. Membunuh adalah hal yang mudah di Afghanistan – orang tidak berpikir dua kali tentang hal itu.”(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2752 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2026 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1962 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun