Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Bendera Afghanistan Yang Lama Kini jadi Simbol Pembangkangan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Bendera Afghanistan kini dicap sebagai simbol perlawanan. Sebagai gantinya, Taliban menggunakan bendera mereka sebagai 'identitas baru' Afghanistan, meski belum sepenuhnya diresmikan. Menyadur France 24 Selasa (24/08), sejak menduduki kota Kabul seminggu yang lalu, spanduk putih militan Islam itu telah menjadi pemandangan umum di seluruh negeri.
Taliban menggantikan bendera tiga warna nasional di atas gedung-gedung pemerintah, kantor polisi dan fasilitas militer sebagai cara cepat mencap otoritas mereka. Tersebar kabar bahwa orang-orang dikecam, bahkan dihukum karena mengibarkan bendera lama, namun belum ada pernyataan resmi dari Taliban tentang hal ini.
Sementara itu disepanjang jalan di kota Kabul, bendera putih milik Taliban dengan nama baru 'Emirat Islam Afghanistan' dijual dengan luas. Salah satu penjualnya, Ahmad Shakib yang merupakan mahasiswa ekonomi mengatakan tujuan utamanya berjualan adalah mengganti dengan cepat bendera Afghanistan dengan yang baru.
Kini, bendera lama telah menjadi semacam simbol pembangkangan bagi banyak orang, yang menonjol dalam protes kecil yang diadakan dalam beberapa hari terakhir. Pada hari kemerdekaan Afghanistan pekan lalu, sekelompok orang mengibarkan bendera nasional di Kabul dan beberapa daerah pinggiran kota untuk merayakannya – terkadang di depan patroli Taliban.
Sehari sebelumnya, pejuang Taliban menembakkan senjata untuk membubarkan puluhan orang di kota timur Jalalabad yang memprotes penghapusan bendera nasional, menurut media setempat.
"Hati saya di sini untuk bendera ini... Saya tidak akan pernah meninggalkan bendera ini," kata seorang warga Jalalabad.
"Bunuh kami, tembak kami... Kami tidak akan pernah meninggalkan bendera ini."(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan