Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Seorang Anak Curhat Kena Hukuman Ngeri Saat Kelas 1 SD
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebuah video yang memperlihatkan curahan hati seorang anak tentang hukuman yang diterima dari orang tua di masa lalu viral di media sosial. Dalam video yang diunggah di akun TikToknya, Minggu (22/8/2021) wanita tersebut menceritakan pengalaman tak terlupakan saat ia masih duduk di bagku kelas 1 SD.
Saat itu ia baru saja dijemput oleh sang ayah untuk pulang ke rumah. Di perjalanan ia bercerita pada ayahnya tentang nilai 20 yang baru saja ia dapatkan.
"Kelas 1 SD pas lagi dijemput ayah pulang sekolah, aku ngomong 'ayah tadi adek dapat nilai 20 loh' saat itu emang lagi masa ujian semester," tulisnya dalam video.
"Ayah hanya diam pas bawa motor, nggak menanggapi apapun," lanjutnya. Tampaknya sang ayah salah paham dan memukulnya dengan sabuk sebagai hukuman karena dianggap mendapat nilai jelek.
"Sesampainya di rumah, mungkin ayah ngomong ke ibu dan yaaa, aku kena sidang. Mereka duduk di depanku dan menderaku dengan sabuk, tanpa menanyakan kebenarannya," ujarnya lagi.
Ternyata setelah dikonfirmasikan ke guru, nilai 20 tersebut merupakan nilai di bagian esai yang jumlah soalnya 20. Karena benar semua, maka mendapat nilai 20 di bagian esai.
"Lalu ayah mungkin nelpon wali kelas, memastikan nilai 20 itu cuma betul 2 atau bagaimana, dan wali kelas bilang 'Kia pinter kok pak, nilainya 20 karena seluruh esaynya betul 20 soal'," lanjutnya.
Di video selanjutnya, diceritakan bahwa sang ayah akhirnya meminta maaf dan mengajak sang anak berlibur ke pantai bersama sepupu. Meskipun begitu, wanita tersebut tetap merasa bahwa peristiwa itu membekas di hatinya hingga saat ini.
"Walau sudah minta maaf dan dimaafkan, ingatannya nggak bisa hilang sampai sekarang," tulisnya.
Para warganet yang melihat video tersebut lantas menuliskan beragam komentar. Sebagian besar dari mereka mengaku tak setuju dengan pola asuh orang tua yang menggunakan kekerasan untuk memberi pelajaran pada anak.
"Sumpah gue masih nggak paham sama orang tua yang nerapin sistem mukul anak pakai tali pinggang kalau nggak dapat nilai bagus atau rangking bagus," komentar salah satu warganet.
"Kalaupun misal nilainya cuma 20 nggak boleh main tangan sama anak," sahut warganet lain.
"Didikan seperti ini nih yang harusnya dihilangkan, dikit-dikit sabet dikit-dikit sabet," komentar salah satu warganet.
"Mau sesalah-salahnya anak, nggak ada pembenaran untuk bersikap kasar ke anak ya," tulis warganet lain.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2290 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan